Asia Oseania » Asia Tenggara » Gerakan Buddhis » Indonesia » Solidaritas Buddhis

Umat Vihara Siripada Tolak Proyek Hotel

Kamis, 15 Januari 2009

Buddhisme di IndonesiamyRMnews,
Tangerang, Banten, Indonesia – Puluhan jemaat Vihara Siripada menolak pembangunan Hotel Fiducia di Jalan Raya Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang diduga tak memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB).

Penolakan dilakukan puluhan jemaat itu dengan melakukan aksi damai di depan lokasi pembangunan hotel tersebut, Rabu (14/1).

Penolakan hotel itu, selain karena tak memiliki IMB juga karena diduga berdiri di atas lahan fasos/fasum (fasilitas sosial/fasilatas umum) milik pengembang Perumahan Villa Melati Mas, yang sudah diserahkan ke pihak Vihara.

Menurut Ketua Konsorsium Perduli Fasos Rumah Ibadah Yahya Santosa, sebelum melakukan aksi ini pihaknya sudah pernah meminta kejelasan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan pihak hotel. Baik secara lisan maupun tertulis.

”Namun kedua pihak itu tidak memberikan tanggapan. Bahkan Pemkab terkesan mempersulit ketika kami hendak melakukan pengurusan surat kepemilikan lahan. Dan hingga kini sertifikat tidak terbit. Dan tiba-tiba kini peruntukannya untuk pembangunan hotel,” ungkapnya.

Dijelaskan Yahya, berdasarkan SK Bupati tertanggal 16 Mei 2005 nomor 460/Kep 153-Huk/2005 perihal pembentukan tim verifikasi pelaksanaan penyerahan prasrana lingkungan, lahan fasos/fasum seluas 3.257 itu diperuntukkan bagi sarana ibadah Vihara.

Sementara Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Tangerang M Hidayat menyatakan, IMB Hotel Fiducia memang sedang dalam proses dan sampai saat ini belum lengkap karena belum mendapatkan ijin pemanfaatan lingkungan dari warga sekitar.

Hidayat juga menegaskan tidak dibenarkan melakukan pembangunan bila belum memiliki ijin.

”Kami akan mempelajari masalah ini. Bila pemilik tidak memperoleh ijin dari lingkungan sekitarnya, kami akan meminta untuk menghentikan kegiatan pembangunan,” katanya.

Sedangkan pemilik Hotel Fiducia, Hanan Suharto belum bisa dikonfirmasi, karena tidak ada di lokasi.

”Pak Hanan sudah berapa hari ini tidak datang dan saya juga tidak tahu kapan datang ke lokasi,” ungkap salah seorang pekerja.

Dalam aksi unjuk rasa damai itu, puluhan jemaat Vihara itu membawa poster yang berisikan seruan agar pembangunan hotel itu dihentikan.

Bahkan jemaat juga sempat mencoret dinding seng lokasi pembangunan, yang bertuliskan stop pembangunan hotel. [iga, Rakyat Merdeka, 14 Januari 2009]

Kata kunci: , , ,
Penulis: