Asia Oseania » Asia Tenggara » Gerakan Buddhis » Indonesia » Solidaritas Buddhis

Buddha Bar di Protes Umat Buddha Medan

Buddhisme di IndonesiaHarian Global,
Medan, Sumatra Utara, Indonesia – Sejumlah organisasi Buddhis dan masyarakat Kong Hu Chu Kota Medan mengecam dan memprotes keras keberadaan nama Buddha menjadi konsep sebuah bar di Perumahan Kelas I Menteng Jalan Teuku Umar Jakarta. Penamaan dengan logo Buddha yang merupakan simbol sakral bagi umat beragama Buddha itu melukai dan menodai hati umat Buddha.

“Buddha merupakan nama sebuah agama di Indonesia bahkan di dunia. Konsep nama untuk sebuah bar sangat menyakitkan dan melukai umat Agama Buddha apalagi di dalam bar ditemui ada rupang-rupang. Ini sangat tidak etis dibuat nama sebuah bar apalagi Indonesia masyarakat yang agamais dan Pancasilais,” keluh Sekretaris Umum Parsamuhan Bodhicitta Mandala Indonesia, Brilian Muktar, SE di Medan, Sabtu (17/1).

Menurut tokoh masyarakat Tionghoa Sumut ini, penamaan Buddha untuk bar oleh pemiliknya, dikhawatirkan akan memancing kekisruhan dan ketenangan masyarakat Tionghoa di Indonesia dalam kerukunan umat antar beragama.

Selain itu, aplikasi dalam konsep ajaran Agama Buddha, kata Brilian, selalu mengutamakan vegetarian (memakan yang tidak bernyawa) dan mengharamkan daging sapi. Namun Buddha untuk nama suatu bar pasti menyajikan makanan yang tidak vegetarian dan daging sapi serta diindikasikan sebagai tempat maksiat.

Untuk itu, Brilian yang juga Ketua Umum Sahabat Center Sumut meminta kepada Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Menteri Hukum dan HAM serta Presiden SBY agar mencabut/tidak mengizinkan nama Buddha untuk sebuat bar.

“Kami akan menggalang kebersamaan memprotes keras hal itu dan segera membuat surat keberatan kepada menteri terkait dan presiden agar menindak pemiliknya sekaligus mencabut izin bar itu,” tegas Brilian yang meminta seluruh umat Buddha dan organisasi sosial Buddhis di Indonesia bersatu.

Jika surat protes tidak ditanggapi, urai Brilian, pihaknya akan menggelar demontrasi besar-besaran ke Jakarta bersama puluhan organisasi Buddhis se-Indonesia.

Sementara itu di tempat terpisah, Pengurus Wilayah Majelis Tinggi Agama Kong Hu Chu Indonesia (Matakin) Medan Js Johan Tjongiran, SH, menyesalkan adanya nama simbol agama menjadi nama sebuah bar.

Menurutnya, simbol Buddha tidak pantas apalagi Buddha nama yang dimuliakan bagi masyarakat Tionghoa. “Jika kondisi seperti itu dibiarkan dikhawatirkan memancing situasi ke arah yang tidak kondusif antar umat beragama di Indonesia. Padahal situasi yang selama ini kondusif apalagi menjelang Pemilu 2009 sangat diharapkan. Kami meminta segera dicabut nama Buddha untuk sebuah nama bar. Ini sangat tidak pantas,” pintanya.


Kategori: Asia Oseania,Asia Tenggara,Gerakan Buddhis,Indonesia,Solidaritas Buddhis
Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: