Asia Oseania » Asia Timur » Seni dan Budaya » Tiongkok » Tradisi dan Budaya

Vihara Shaolin China Mulai Rencanakan Pengembangan

Buddhisme di ChinaReuters,
Beijing, China – Tempat kelahiran Kung Fu China, Kuil Shaolin, telah mengambil alih pengelolaan empat kuil Buddhis di barat daya China dan mendapat kritikan dari beberapa pengguna Internet yang mengkritik Kuil Shaolin telah mencampurkan kapitalisme dengan agama.

Biara-biara ternama, yang berada di pusat propinsi Henan dan yang diabadikan dalam film-film seni bela diri yang tak terhitung, telah menempatkan 10 bhikshu di kuil di Gudu, sebuah wilayah turis dekat ibu kota propinsi Yunnan, Kunming, demikian kata media lokal pada hari Rabu (26/11).

“Usaha tersebut akan membantu membangun sebuah jembatan antara kebudayaan Henan dengan Yunnan dan meningkatkan pengaruh Shaolin,” demikian China Daily mengutip Suhu Yanlu, juru bicara Shaolin.

Shaolin akan mempertahankan para bhikshu di kuil-kuil tersebut selama 20 tahun dan akan membantu dengan dana amal, perawatan dan pelestarian warisan, kata Yanlu.

Kepala biara yang penuh semangat, Shi Yongxin, mengatakan bahwa “Sistem Manjemen Lanjutan” Shaolin haruslah lebih mengarah ke luar kuil di seluruh China untuk membantu mempromosikan Zen Buddhisme, demikian laporan surat kabar yang mengutip pembicaraannya.

Beberapa pengguna Internet mencela usaha tersebut sebagai sebuah usaha mewaralabakan merek Shaolin yang ternama tersebut.

“Pengambilalihan oleh Shaolin hanya merupakan sebuah cara menggunakan kemasyurannya untuk menipu lebih banyak orang baik untuk mengeluarkan uang mereka,” kata salah seorang poster di web portal China Sohu.com

Kuil Shaolin telah menjadi sebuah kesatuan komersial bernilai tinggi dalam beberapa tahun terakhir, mendapatkan untung yang luar biasa dari jutaan turis, seperti pertunjukkan internasional dan produksi film.

Shaolin membuka toko cendramata online di sebuah situs e-commerce ternama China awal tahun ini, menawarkan barang-barang termasuk, sepatu, teh, dan buku manual kung fu dengan label harga 9.999 Yuan (+/- 15 Juta Rupiah).

Kuil ini juga bergerak di belakang sebuah usaha pemerintah lokal untuk usulan pembagian dalam aset-aset pariwisata. Media Hong Kong melaporkan pada tahun lalu. Tetapi kepala kuil, Shi membantah keras IPO tersebut untuk kuilnya sendiri.

“Untuk terlibat dalam sebuah bisnis yang beresiko tinggi tersebut bertentangan dengan semangat Buddha,” kata Shi yang dikutip oleh surat kabar Hong Kong.


Kategori: Asia Oseania,Asia Timur,Seni dan Budaya,Tiongkok,Tradisi dan Budaya
Kata kunci: , ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: