Arkeologi » Korea Selatan » Seni dan Budaya

Pertama Kali Tripitaka Korea Dibuka untuk Umum

Bhagavant.com,
Gyeongsangnam-do, Korea Selatan – Tripitaka Korea, yaitu kumpulan blok cetak kayu kitab suci Buddhis Korea, akan dibuka untuk umum setiap hari Sabtu dan Minggu mulai akhir bulan Juni 2021.

Pertama Kali Tripitaka Korea Dibuka untuk Umum
Replika Tripitaka Korea. Foto: wikipedia

Sebagai kumpulan kitab suci Buddhis Korea terlengkap yang ditemukan hingga saat ini, Tripitaka Korea (Tripitaka Koreana), atau Palman Daejanggyeong (harf. 80.000 Kumpulan Besar Sutra) dalam bahasa Korea, terdiri dari kitab suci Buddhis abad ke-13 yang diukir pada lebih dari 80.000 blok kayu.

Tripitaka Korea disimpan di Aula Janggyeong Panjeon di Vihara Haein, di Hapcheon, 354 kilometer selatan Seoul. Aula penyimpanan tersebut terdaftar sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Menurut Vihara Haein pada hari Kamis (3/6/2021), program tur akan dimulai pada 19 Juni 2021. Program tersebut memungkinkan orang-orang untuk melihat-lihat bagian dalam Janggyeong Panjeon dua kali sehari, pada pukul 10 pagi dan 2 siang, pada hari Sabtu dan Minggu.

Aula Janggyeong Panjeon di Vihara Haein, tempat Tripitaka Korea di simpan. Foto; wikipedia

Para pengunjung harus membuat reservasi online untuk mengikuti tur 50 menit, dan maksimal 20 orang akan diizinkan untuk setiap slot waktu.

Vihara Haein mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya Tripitaka Korea, sebagai Harta Nasional Korea Selatan dan yang termasuk dalam Daftar Memori Dunia UNESCO, dibuka untuk umum sejak dibuat pada abad ke-13.

Tripitaka Korea jauh lebih luas cakupannya daripada Tipitaka Pali atau Kanon Pali tradisional, karena mencakup banyak teks tambahan dan konten lainnya, seperti catatan perjalanan Buddhis, kamus Sansekerta dan Tionghoa, dan biografi viharawan dan viharawati terkemuka.

Tripitaka Korea diukir dengan susah payah ke dalam 81.352 blok kayu, tanpa ada kesalahan yang diketahui dalam 52.330.152 aksara Han (Hanja) atau aksara Tionghoa.

Pengerjaan Tripitaka Korea dimulai pada 1237, pada masa kerajaan Goryeo (918–1392), dan selesai pada 1248. Korea Selatan menetapkan Tripitaka Korea sebagai Harta Nasional pada tahun 1962, dan koleksi tersebut dimasukkan dalam Daftar Memori Dunia UNESCO pada tahun 2007.[Bhagavant, 12/6/21, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN