Asia Oseania » Asia Selatan » Bangladesh

Kekerasan Pada Agama Di Chittagong, Bangladesh

Selasa, 15 Januari 2008

tanya kenapaBhagavant.com,
Chittagong, Bangladesh – Personil militer telah memerintahkan para penduduk desa Buddhis Jumma untuk menghentikan pekerjaan renovasi sebuah vihara di Maischari di wilayah Khagrachari di Bidang Bukit Chittagong (wilayah penting Buddhist Jumma), Bangladesh.

Mereka juga menahan sementara Aungjyo Karbari, kepala desa Korngjyo Karbari Para dan menginterogasinya mengenai seluk-beluk vihara. Sekitar 50 orang pria dan wanita Jumma dari desa Choudhury Para sedang bekerja saat personil tentara datang ke sana.

Ratusan umat Buddhis dari desa-desa terdekat seperti Karallyachari, Jadugonala, Rangapanichara, Mubachari, Sabgujya, Manikchari, Bolipara, Bachchupara, Magistrate Para dan Choudhury Para telah bekerja setiap hari dalam renovasi vihara. Pekerjaan sebagian besar berupa pengaturan bagian dasar, konstruksi sebuah aula makan dan ruang tidur untuk para bhikkhu. Tentara mengatakan pekerjaan seperti itu tidak boleh dilakukan tanpa meminta ijin terlebih dulu dari pemerintah Mahalchari Thana.

Personil tentara dari kam Kiang-ghat muncul kembali di vihara dan menahan sementara empat remaja Buddhis Jumma yang tinggal di vihara pada malam yang lalu untuk melaksanakan pembagian tugas vihara – terutama untuk mempersiapkan makan bagi para bhikkhu di pagi hari.

Satu setengah bulan yang lalu, para pemukim Muslim Bengali dari desa-desa bagian Maischari, Noonchari dan Kiang-ghat berusaha mengambil tanah ini. Para pemukim telah mengambil alih ratusan acre tanah milik orang-orang Jumma di Maischari dan daerah-daerah sekitarnya dengan bantuan langsung dari tentara.

”Kami tidak menolerir rumah Buddha manapun di sini; kami hanya menginginkan rumah Allah,” kata Kapten Shohel.

Sekelompok personil tentara yang dipimpin oleh kapten Shohel, komandan dari kam Indra Singh Karbaripara di Lakshmichari di daerah Khagrachari, menerobos masuk sebuah vihara pusat meditasi di puncak gunung Bhujulichuk yang di jalankan oleh salah satu siswa Y.M. Bhante Bana. Y.M. Bhante Bana merupakan seorang bhikkhu yang paling dihormati di Bangladesh dan dipercayai telah mencapai ke-Arahat-an.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 8 pagi pada tanggal 31 Desember 2007. Kapten Shohel dan 15 orang tentaranya menghancurkan sebuah pondok dan meruntuhkan atap jerami dan dinding bambu dari vihara ketika Sramana Shubhopriyo yang sedang meditasi mendalam di dalamnya, tidak merasa terganggu oleh suara-suara pengrusakan. Ada lagi pondok lainnya di sisi utara. Para tentara yang menerobos juga menghancurkannya. Sementara jubah para bhikku disobek-sobek, sebuah jamban, kamar mandi dan rumah peristirahatan juga turut dimusnahkan.

Untuk melengkapi itu semua, personil tentara membuang patung Sang Buddha ke dalam hutan di utara vihara. Namun, beberapa menit kemudian mereka mengambilnya kembali dan membiarkannya di tanah di bawah langit terbuka di sisi timur vihara. Dua orang bhikkhu dan Sramana Shubhopriyo, seorang samanera, tinggal di vihara pusat meditasi tersebut.

Urutan waktu: Peristiwa intimidasi oleh pasukan keamanan

Para tentara melakukan penyerangan pertama ke vihara Bhujulichuk pada 17 Juli 2007. Pada waktu itu personil tentara di pimpin oleh kapten Raihan, komandan kam tentara Shuknachari, menghancurkan pusat meditasi Bhujulichuk dan menahan sementara dua samanera – Sramana Shasan Ujjal and Sramana Nykistic – yang telah bermeditasi di sana selama beberapa bulan. Mereka dipaksa untuk meninggalkan vihara. Para umat kemudian membangun kembali vihara pusat meditasi dan mengundang para bhikkhu untuk tinggal di sana.

Pada 10 Januari 2007, sekelompok personil tentara dari zona Lakshmichari merampok Vihara Aryo Mitra Bouddha dan mengintimidasi Bhikkhu Sharadhatissyo, kepala bhikkhu dari vihara tersebut.

Pada bulan Agustus sampai September 2007, para pemukim yang didukung oleh tentara melakukan perampasan besar-besaran 300 acr tanah termasuk 100 acr milik Vihara Sadhana Tila Bana di Dighinala, Khagrachari. Mereka meruntuhkan papan nama vihara dan mengintimidasi para bhikkhu.

Pada 5 November 2007, Mayor Qamruzzaman, komandan dari zona Babuchara, memanggil Sneha Moy dan Santosh Jibon dari komunitas Chakma ke kamnya dan mengancam mereka agar tidak menggunakan pengeras suara dalam pengumuman publik pada Katin Chivor Danotsav, festival keagamaan terbesar dari komunitas Buddhis di Bidang Bukit Chittagong. Tentara juga menghentikan mobil yang membawa para bhikkhu di Babuchara dan melepaskan mereka setelah mengancam agar menghentikan pertemuan keagamaan di depan kam.

Pada 12 September 2007, Pejabat Upazilla Nirbahi dari Mahalchari, Md. Abdul Matin, mengeluarkan sebuah peringatan kepada publik yang melarang pembentukan institusi baru agama tanpa meminta ijin terlebih dulu dari otoritas setempat. Peringatan tersebut diarahkan untuk menghambat praktik keagamaan Buddhis dan memfasilitasi pemukim ilegal Muslim Bengali.

Oleh: CHT. P. Chakma, Sekretaris Dewan Buddhis Jumma (World Jumma Buddhist’s Council), HWHRF, 11 January 2008.

Kata kunci: , ,
Penulis: