Terlibat Skandal Asusila, 9 Bhikkhu Thailand Dilepasjubahkan
Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Setidaknya sembilan sampai tiga belas orang bhikkhu dilepasjubahkan (diberhentikan) terkait skandal asusila yang menggegerkan yang baru-baru ini terjadi di Thailand.

Skandal asusila mengguncang Thailand setelah seorang bhikkhu senior, Phra Thep Wachirapamok, dilaporkan menghilang secara misterius dari vihara tempatnya mengabdi di jantung kota Bangkok.
Penyelidikan atas hilangnya sang bhikkhu justru membuka tabir dugaan hubungan terlarang, pemerasan, aliran dana mencurigakan, serta keterlibatan sejumlah tokoh penting dalam komunitas Buddhis di Thailand.
Menurut laporan The Guardian, Jumat (18/7/2025) polisi Thailand mengungkap bahwa kasus ini mengarah pada seorang perempuan bernama Wilawan Emsawat, yang diduga menjalin relasi intim dengan beberapa bhikkhu senior dan kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk memeras mereka agar hubungan itu tetap tersembunyi.
Saat menggeledah kediaman Wilawan, aparat menemukan puluhan ribu foto serta video bersifat kompromi yang diduga melibatkan Phra Thep Wachirapamok dan figur-figur keagamaan lainnya.
“Kami menelusuri catatan keuangannya dan menemukan bahwa kasus ini melibatkan banyak vihara,” ujar Jaroonkiat Pankaew dari Biro Investigasi Pusat Kepolisian Thailand dalam konferensi pers pada Selasa lalu.
Wilawan ditahan pada hari Selasa dan dikenai sejumlah dakwaan, termasuk pemerasan, pencucian uang, serta penerimaan barang hasil kejahatan.
Dalam wawancara yang disiarkan oleh media lokal pada Rabu, Wilawan mengaku pernah menjalin hubungan dengan dua bhikkhu dan seorang profesor agama. Ia juga menyebut telah menerima berbagai hadiah mewah, seperti mobil Mercedes-Benz SLK200, kartu bank, dan transfer uang dengan nilai total mencapai jutaan baht.
Polisi menyatakan bahwa dalam tiga tahun terakhir, sekitar 385 juta baht (sekitar 174 miliar rupiah) mengalir ke rekening milik Wilawan. Ia pun mengaku pernah memberikan sebagian dana tersebut kepada salah satu bhikkhu yang menjadi pasangannya.
Sembilan bhikkhu dicopot dari jabatan keagamaan
Dampak dari skandal ini sangat besar, termasuk pencopotan jabatan serta pencabutan status kebhikkhuan terhadap sembilan bhikkhu dan kepala vihara. Berdasarkan Bangkok Post, Sabtu (19/7/2025) ada 13 orang bhikkhu yang dilepasjubahkan. Salah satu dari mereka bahkan didakwa atas dua pelanggaran: penggelapan dana vihara dan penyalahgunaan wewenang. Ia mengakui bahwa dana vihara tersebut digunakan untuk membantu usaha milik Wilawan.
Kasus ini menuai perhatian luas karena dinilai sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Buddha tradisi Theravada, yang menekankan hidup selibat dan menjauhi kenikmatan duniawi bagi para bhikkhu.
Langkah tegas dari pemerintah Thailand
Sebagai respons atas krisis ini, Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, memerintahkan evaluasi ulang terhadap regulasi mengenai bhikkhu dan pengelolaan keuangan vihara.
Sementara itu, Kantor Nasional Urusan Agama Buddha mengusulkan untuk menghidupkan kembali rancangan undang-undang yang menetapkan sanksi pidana bagi pelanggaran yang merusak nama baik Agama Buddha, termasuk melalui tindakan asusila.[Bhagavant, 19/7/25, Sum]
