Sri Lanka

Kecelakaan Kereta Gantung Gondola di Sri Lanka 8 Bhikkhu Meninggal

Bhagavant.com,
Colombo, Sri Lanka – Delapan bhikkhu meninggal setelah sebuah kereta gantung gondola di Distrik Kurunegala, Sri Lanka bagian barat laut, keluar dari rel pada Selasa (24/9/2025).

Kecelakaan Kereta Gantung Gondola di Sri Lanka 8 Bhikkhu Meninggal
Para bhikkhu membawa peti jenazah rekan mereka melalui Vihara Na Uyana pada 27 September 2025. Foto: cbsnews.com

Tujuh bhikkhu, termasuk tiga warga negara asing, meninggal seketika dalam insiden tersebut. Enam orang lainnya dibawa ke rumah sakit, empat di antaranya dalam kondisi kritis.

Polisi Sri Lanka kemudian mengonfirmasi bahwa salah satu bhikkhu yang dirawat di rumah sakit, warga negara Sri Lanka, meninggal akibat luka yang dideritanya pada Sabtu malam. Pihak kepolisian menyebut kejadian ini sebagai kecelakaan terburuk jenis tersebut di negara itu.

Kecelakaan terjadi ketika sebuah kabin darurat yang ditarik kabel dan mengangkut 13 bhikkhu meluncur jatuh menuruni lereng gunung dekat Na Uyana Aranya Senasanaya, sebuah vihara hutan yang terkenal dengan praktik meditasinya. Pejabat menyampaikan bahwa para bhikkhu tersebut sedang dalam perjalanan menuju gubuk meditasi terpencil di puncak pegunungan saat kejadian berlangsung.

“Salah satu dari enam bhikkhu yang dirawat di rumah sakit meninggal akibat luka-lukanya tadi malam,” ujar juru bicara kepolisian pada Minggu, dikutip dari Hindustan Times, Minggu (28/9/2025).

Upacara pemakaman untuk lima bhikkhu—empat warga Sri Lanka dan satu warga Rumania—dilaksanakan pada Sabtu di pemakaman dekat vihara, dihadiri oleh komunitas monastik serta umat awam.

Seorang bhikkhu asal Rusia yang meninggal dalam kecelakaan akan dimakamkan bersama bhikkhu Sri Lanka yang berpulang di rumah sakit, menurut perwakilan vihara. Jenazah bhikkhu asal India yang wafat telah dipulangkan kepada keluarganya di India.

Didirikan sebagai pusat meditasi besar di Sri Lanka tengah, Vihara Na Uyana membentang di lahan hutan lebih dari 2.000 hektare dan menjadi tempat tinggal sekitar 150 bhikkhu. Vihara ini dikenal luas sebagai tempat retret meditasi intensif yang menarik para bhikkhu dari Sri Lanka maupun luar negeri.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kabel putus saat kabin sedang bergerak, menyebabkan kabin meluncur cepat menuruni bukit sebelum keluar jalur dan menabrak pohon. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kecelakaan dan apakah aturan keselamatan telah dipatuhi.

Seperti yang dilansir CBS News, Senin (29/9/2025), Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menyampaikan belasungkawa melalui media sosial: “Terkejut atas kehilangan para bhikkhu terhormat, termasuk anggota sangha internasional, dalam kecelakaan tragis di Na Uyana Aranya Senasanaya. Sri Lanka berduka bersama komunitas Buddha di seluruh dunia. Saya menyampaikan belasungkawa kepada semua yang terdampak, dan doa untuk pemulihan para korban luka.”

Tragedi ini mendapat simpati dari dalam dan luar negeri, menunjukkan jangkauan global komunitas Buddha di Na Uyana. Sri Lanka adalah negara mayoritas Buddha, dengan sekitar 70 persen penduduknya mempraktikkan Buddhisme Theravada. Vihara-vihara di negara itu telah lama menjadi pusat pelatihan bagi praktisi lokal maupun internasional yang mencari disiplin meditasi dan kehidupan monastik yang ketat.

Meninggalnya para bhikkhu ini menegaskan luasnya penyebaran praktik Buddhis dan risiko yang dihadapi mereka yang hidup di vihara hutan terpencil. Bagi banyak warga Sri Lanka, peristiwa ini dipandang sebagai salah satu kehilangan paling memilukan bagi komunitas monastik dalam beberapa tahun terakhir.[Bhagavant, 5/10/25, Sum]

Rekomendasikan: