Arkeologi » Asia Tenggara » Malaysia

Vihara Kuno 1200 Tahun Ditemukan di Kedah, Malaysia

Bhagavant.com,
Kedah, Malaysia – Malaysia menemukan candi berupa vihara kuno berusia 1.200 tahun dan yang terbesar yang pernah ditemukan saat ini di Kedah, Malaysia.

Vihara Kuno 1200 Tahun Ditemukan di Kedah, Malaysia
Foto: The Star

Departemen Warisan Nasional dan Pusat Penelitian Arkeologi Global (GARC) Universitas Sains Malaysia (USM) mengumumkan penemuan dua struktur candi berupa vihara yang terbesar di Bukit Choras, Kedah, Malaysia, pada Jumat (22/9/2023).

Candi yang diduga dibangun sezaman dengan Kerajaan Sriwijaya dan Dinasti Pallava tersebut diklaim sebagai candi tertua yang pernah di temukan di Malaysia.

Tim arkeolog yang dipimpin oleh kepala peneliti GARC Dr. Nasha Rodziadi Khaw juga telah menemukan dua rupaka seukuran aslinya yang terpelihara dengan baik terbuat dari stuko (sejenis plester), dengan arsitektur yang identik dengan artefak kuno Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di Sumatera dan Jawa Barat, Indonesia.

Komisaris Departemen Warisan Nasional Mohd Azmi Mohd Yusof menyatakan bahwa pekerjaan penggalian yang dilakukan selama dua minggu yang dimulai pada 28 Agustus, sebagai penemuan arkeologi paling signifikan di negara tersebut sejak pandemi COVID-19.

Candi ini diperkirakan luasnya sembilan meter persegi, namun perlu dilakukan penggalian lebih lanjut untuk mengetahui dimensi pastinya. Saat ini, para peneliti yakin pekerjaan tersebut telah selesai sekitar 40 persen. Para arkeolog mencatat bahwa karakteristik arsitektural candi tersebut menjadikannya sebagai penemuan yang menarik.

“Yang paling unik dari penemuan ini adalah sebagian besar artefak masih utuh, candi masih mempertahankan struktur utuhnya,” kata Yusof seperti yang dilansir New Straits Times, Jumat (22/9/2023). “Kami berharap dapat membuat lebih banyak penemuan untuk membawa unsur-unsur ke dalam peradaban Kedah selain menambahkan produk wisata purbakala baru di negara bagian tersebut.”

Dari hasil penggalian pada 8 September, para tim arkeolog berhasil mengungkap seluruh dinding barat candi dan separuh dinding utara dan selatan, serta struktur tangga di dasarnya. Situs ini menjadi istimewa juga karena lokasinya yang sangat jauh di utara dari situs-situs lainnya.

Tim juga menemukan prasasti yang ditulis menggunakan huruf Pallawa dan beberapa pecahan tembikar. Situs tersebut diyakini dibangun antara abad ke-8 dan ke-9 masehi, dan dibangun pada waktu yang bersamaan dengan vihara yang ada di Lembah Bujang dan Kerajaan Sriwijaya.

Patung dan artefak yang ditemukan dari situs tersebut akan dibawa kembali ke GARC USM untuk konservasi dan penelitian lebih lanjut.[Bhagavant, 30/9/23, Sum]

Rekomendasikan:

Kategori: Arkeologi,Asia Tenggara,Malaysia
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: