Asia Oseania » Asia Tenggara » Birma » Perdamaian

Utusan PBB Bertemu Para Bhikkhu Di Birma

Selasa, 5 Agustus 2008

Buddhisme di Asia PasifikAssociated Press,
Yangon, Birma – Seorang utusan PBB bertemu dengan para bhikkhu senior dan memulai misi empat hari di Birma (Myanmar) sejak Minggu (3/8). Akan tetapi, masih belum jelas apakah utusan PBB itu akan bertemu juga dengan pejabat junta serta pemimpin oposisi, Aung San Suu Kyi.

Tomas Ojea Quintana, penyelidik untuk Birma dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB, pada Senin pagi bertemu dengan anggota senior Organisasi Sangha Negara. Lembaga ini membawahi vihara dan para bhikkhu di Birma. Demikian diungkapkan salah seorang diplomat yang tidak mau disebutkan namanya.

Quintana juga bertemu dengan para pemimpin dari agama lain serta perwakilan dari kelompok wanita yang didukung pemerintah. Sumber itu tidak mengungkapkan isi pembicaraan.

Selain itu, Quintana juga telah meminta waktu untuk bertemu dengan pejabat senior pemerintahan serta perwakilan kelompok etnis dan partai politik. Demikian diungkapkan oleh PBB.

Pernyataan itu tidak menyebutkan apakah akan ada pertemuan dengan Suu Kyi, tetapi semua utusan PBB yang pernah datang ke Birma ingin menemui Suu Kyi.

Pendahulu Quintana, Paulo Sergio Pinheiro, tidak diizinkan mengunjungi Suu Kyi ketika datang ke Birma, November lalu. Para diplomat mengungkapkan, Quintana diharapkan akan dapat bertemu dengan para pejabat di ibu kota Naypyidaw. Akan tetapi, belum jelas juga apakah akan bertemu dengan pemimpin junta, Jenderal Senior Than Shwe.

Dalam kunjungannya ke Birma, Quintana akan pergi ke Delta Irrawaddy yang tertimpa bencana angin siklon dan menewaskan 84.000 orang. Militer Myanmar dituduh menghalangi bantuan internasional dalam memberikan bantuan di daerah bencana.

Pemerintah junta hampir tidak tertandingi sampai akhirnya bulan Agustus tahun lalu ketika ribuan bhikkhu bergabung dalam menentang kenaikan harga bahan bakar. Junta membubarkan demonstrasi anti pemerintah pad abulan September dengan menembak dan menangkap para pemrotes, membunuh sebanyak 31 orang. Kelompok oposisi mengatakan angka kematian yang lebih tinggi.

Kata kunci: , , , ,
Penulis: