Lebih Awal 1 Bulan Buddhis Kamboja Rayakan Magha Puja 2566 EB

Bhagavant.com,
Phnom Penh, Kamboja – Peringatan Hari Raya Magha Puja 2566 EB / 2023 ternyata tidak dirayakan secara serentak di berbagai negara di dunia.

Lebih Awal 1 Bulan Buddhis Kamboja Rayakan Magha Puja 2566 EB
Seorang wanita menyiapkan bunga untuk dijual selama perayaan Meak Bochea di pagoda Sampov Meas di distrik Prampi Makara Phnom Penh pada 5 Februari. Heng Chivoan – phnompenhpost.com

Peringatan Hari Raya Magha Puja 2566 EB / 2023 di beberapa negara ternyata lebih awal 1 bulan di bandingan dengan di Indonesia. Seperti halnya Sri Lanka, Buddhis Kamboja merayakan Hari Raya Mangha Puja pada 5 Februari 2023 lalu.

Ratusan bhikkhu dan umat Buddha, pejabat pemerintah dan pelajar merayakan Hari Magha Puja 2566 EB di Phnom Preah Reach Troap – ibu kota kuno Oudong pada Minggu (5/2/2023).

Perayaan tersebut dihadiri oleh Menteri Hubungan Majelis Nasional-Senat dan Inspeksi, Men Sam An yang membawakan persembahan dana dari Perdana Menteri Hun Sen dan istrinya Bun Rany untuk para bhikkhu yang masing-masing menerima 100.000 riel (377 ribu rupiah) dan berbagai barang lainnya.

“Agama Buddha tidak hanya membuat orang-orang kita hidup bersama dengan damai, tetapi juga berkontribusi secara signifikan untuk memperkuat ketertiban, perdamaian, stabilitas sosial, dan pembangunan di semua bidang serta mempertahankan identitas nasional kita,” tulis Hun Sen di media sosial seperti yang dilansir Phnom Penh Post, Minggu (5/2/2023).

Sementara itu Y.M. Kou Sopheap, dari Vihara Nikrothavorn mendorong umat Buddhis untuk melestarikan budaya mereka dengan ikut merayakan Hari Magha Puja.

“Kita tidak seharusnya merayakan hari raya agama lain. Anda mengatakan Anda mencintai budaya kita, tetapi begitu Magha Puja tiba, Anda tidak datang untuk merayakannya, jadi bagaimana kita bisa melestarikannya,” kata bhikkhu yang juga profesor pengajar pembangunan dan perkembangan karakter di Universitas Pannasastra Kamboja.

Perbedaan peringatan Hari Raya Magha Puja dapat terjadi sesuai dengan perhitungan dan penggunaan kalender yang menjadi acuan dari masing-masing Buddhis di tiap negara.

Perhitungan jatuhnya Hari Magha Puja bisa menggunakan dua acuan berdasarkan tes-teks Buddhis. Magha Puja bisa dihitung jatuh pada sembilan bulan setelah Sri Buddha mencapai Pencerahan Sempurna, atau 3 bulan sebelum Sri Buddha parinibbana (mengingat Beliau memutuskan untuk parinibbana juga tepat pada Purnama di bulan Magha).

Meskipun merayakan Hari Magha Puja pada hari yang berbeda, namun esensi dari hari besar tersebut tetap sama yaitu untuk mengingat dan mengamalkan inti dari ajaran Buddha dengan menghindari perbuatan jahat, perbanyak berbuat baik dan membersihkan batin.[Bhagavant, 8/3/23, Sum]

Rekomendasikan:
Asia TenggaraKamboja