Kesenian » Seni dan Budaya » Thailand

Lukisan “Ultraman Buddha” Jadi Kontroversi di Thailand

Sabtu, 14 September 2019

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Sejumlah lukisan menjadi kontroversial di Thailand lantaran melukiskan figur Buddha sebagai tokoh pahlawan super fiksi Ultraman dari Jepang.

Ilustrasi figur Buddha

Empat lukisan yang dilukis oleh seorang mahasiswi tahun keempat dari Universitas Nakhon Ratchasima Rajabhat (NRRU) dipamerkan minggu lalu di sebuah pusat perbelanjaan di timur laut Thailand.

Pameran ini memicu protes dari sebagian masyarakat Buddhis Thailand lantaran lukisan-lukisan tersebut menggambarkan figur Buddha sebagai tokoh superhero fiksi Ultraman dari Jepang.

Protes tersebut menyebabkan lukisan tersebut disingkirkan dari pameran pada pekan lalu dan mahasiswi tersebut secara terbuka meminta maaf kepada ketua bhikkhu provinsi Nakhon Ratchasima di hadapan gubernur provinsi tersebut.

Nama mahasiswa tidak disebutkan oleh media-media berita Thailand untuk menjaga privasinya.

Peristiwa ini menjadi kontroversi tersendiri dalam masyarakat Buddhis Thailand. Sebagian berusaha menempatkan nilai-nilai tradisional dan sakral sedangkan yang lain berusaha berpikir secara liberal.

Tokoh pahlawan super fiksi Ultraman dari Jepang

Meskipun kontroversi lukisan ini bisa dianggap selesai setelah pelukisnya meminta maaf, namun beberapa elemen masyarakat menganggap perlu adanya sanksi hukum karena yang bersangkutan dianggap telah menistakan agama.

Kantor Urusan Agama Buddha Nasional (NOB) Thailand, sebuah badan otoritas resmi Agama Buddha di Thailand telah menentang sanksi hukum terhadap pelukis tersebut.

Pongporn Pramsaneh, direktur NOB, mengatakan kepada Reuters bahwa ia menganggap masalah itu telah ditutup setelah permintaan maaf pelukis kepada publik.

Namun NOB tidak bisa mencegah elemen masyarakat yang ingin mengajukan sanksi hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Thailand.

“Siapa pun yang ingin mengambil tindakan hukum, kami tidak akan terlibat,” kata Pongporn seperti yang dilansir Reuters, Rabu (11/9/2019).

Pada akhirnya, kebijaksanaanlah yang memegang peranan penting dalam menyikapi kontroversi ini.[Bhagavant, 14/9/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: