Amerika Serikat » Pendidikan

Perguruan Tinggi Humaniora Arizona Buka Pusat Studi Buddhis

Jumat, 15 September 2017

Bhagavant.com,
Arizona, Amerika Serikat – Sebuah Pusat Studi Buddhis dibuka pekan ini di Perguruan Tinggi Humaniora di Universitas Arizona (UA), Amerika Serikat, untuk mengeksplorasi nilai keagamaan, intelektual, sosial, budaya dan tekstual dari agama terbesar keempat di dunia.

Ilustrasi. Foto: humanities.arizona.edu

Keberadaan Agama Buddha yang semakin terkenal dan para praktisinya yang tumbuh semakin luas di A.S., UA akan memanfaatkan keahlian fakultas yang ada di studi Asia Timur dan studi agama untuk mempromosikan penelitian akademis mengenai Agama Buddha.

Seperti yang dilansir UANews, Selasa (12/9/2017), bertempat di Perguruan Tinggi Humaniora, Pusat Studi Buddhis akan menjadi rumah bagi penelitian fakultas, mensponsori rangkaian ceramah, mendukung beasiswa para pelajar, menyelenggarakan konferensi akademik dan kunjungan para ilmuwan, dan terus melestarikan warisan buddhis dengan bentuk tekstual dan artistiknya.

Pusat tersebut memformalkan kegiatan kurikulum, penelitian, dan kegiatan penjangkauan yang telah berlangsung di UA, sambil mengakui peluang yang diciptakan oleh bangkitnya budaya dan pasar Asia global serta bangkitnya gerakan sosial yang terinspirasi Agama Buddha di Barat.

“Semuanya digabungkan, di dalam Universitas, di luar Universitas, secara global, Agama Buddha sedang bangkit. Ini adalah agama yang hidup di Asia dan juga di Amerika Serikat,” kata Jiang Wu, seorang profesor studi Asia Timur yang datang ke UA pada tahun 2002 setelah mendapatkan gelar doktor dari Harvard dan menjadi ketua Pusat Studi Buddhis UA tersebut. “Kami telah melakukan hal-hal indah ini, tapi kami perlu membuatnya diperhatikan.”

Wu, yang mengajar pemikiran Tiongkok, agama dan budaya Tionghoa klasik, adalah pakar Agama Buddha Zen Tiongkok abad ke-17 dan kanon Buddhis Tiongkok. Albert Welter, kepala departemen studi Asia Timur yang tiba di UA pada tahun 2013, juga seorang pakar Agama Buddha Zen Tiongkok, walaupun penelitiannya berfokus pada tradisi sebelumnya, dari abad ke-9 hingga ke-13.

“Dengan dua spesialis di bidang ini, kami sangat, sangat kuat,” kata Wu. “Di Amerika Utara, tidak ada tempat lain dengan dua spesialis Agama Buddha Zen Tiongkok.”

Di UA juga terdapat para profesor yang mempelajari tradisi keagamaan dari Jepang, India dan Tibet, serta para pakar dalam studi kontemplatif dan perhatian penuh. Penelitian mereka unggul dalam bidang-bidang seperti arkeologi Agama Buddha di India, agama-agama Asia Selatan, Agama Buddha Chan / Zen di Asia Timur, agama-agama Asia Timur modern dan di awal era modern, studi kanon Buddhis, tempat suci dan budaya Buddhis, Agama Buddha Tibet, humaniora medis dan pedagogi kontemplatif .

Selain program B.A., M.A. dan Ph.D. di bidang Asia Timur, UA mulai memberikan pelajaran minor dalam penelitian Buddhis pada tahun 2015 dan memiliki dua program studi musim panas di luar negeri dengan fokus pada Agama Buddha, di Kyoto dan Bhutan.

“Secara regional, kami mencakup hampir semua dunia Buddhis,” kata Wu. “Saya melihat kurikulum sarjana dan kurikulum pascasarjana sebagai aset terbesar kami. Di atas itu semua, kami memiliki rencana penelitian yang sangat kuat dan kami dapat menciptakan lebih banyak kesempatan untuk melibatkan mahasiswa sarjana dan pascasarjana ke dalam penelitian kami.”

“Jenis Pusat Studi Buddhis yang ingin kami ciptakan adalah untuk membuat suara kami terdengar di bidangnya, untuk mengubah bidangnya dengan pendekatan multidisiplin, pendekatan hasil yang lebih terbuka dan berpandangan terbuka,” kata Wu. “Jenis penelitian Buddhis yang kami bayangkan akan menjadi jembatan antardisiplin dengan semua program dan eksperimen yang berbeda.”

Wu juga mengatakan, dengan penelitian ekspansif dan multidisiplin di bidang humaniora, serta lingkungan di Tucson dan Gurun Sonoran, Perguruan Tinggi Humaniora Universitas Arizona memilii potensial menjadi pemimpin nasional di bidang studi Buddhis.[Bhagavant, 15/9/17, Sum]

Penulis: