Indonesia » Seremonial

Pelantunan Tipitaka dan Asalha Mahapuja 2561 EB/2017 di Borobudur

Minggu, 9 Juli 2017

Bhagavant.com,
Jawa Tengah, Indonesia – Umat Buddhis dari berbagai daerah bersama-sama menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan pelantunan Tipitaka (Indonesia Tipitaka Chanting) Ke-3 dan Asalha Mahapuja 2561 EB /2017 di kawasan Taman Lumbini komplek Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Magelang, Jawa Tengah.

Para bhikkhu dan upasaka-upasika melakukan pelantunan Tipitaka dalam kegiatan acara Indonesia Tipitaka Chanting 2017 di Candi Borobudur, Kamis (6/7/2017).
Para bhikkhu dan upasaka-upasika melakukan pelantunan Tipitaka dalam kegiatan acara Indonesia Tipitaka Chanting 2017 di Candi Borobudur, Kamis (6/7/2017). Foto Facebook Indonesia Tipitaka Chanting 2017.

Ketua Umum Panitia, Y.M. Bhikkhu Guttadhammo Thera, mengatakan para bhikkhu dari luar maupun dalam negeri juga mengikuti kegiatan yang dimulai Kamis (6/7/2017) hingga Sabtu (8/7/2017) tersebut.

Pelantunan Tipitaka atau Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asadha Mahapuja adalah salah satu kegiatan massal yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Sangha Theravada Indonesia (STI) dan Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI), sejak tahun 2015.

Tahun ini, kegiatan diikuti oleh 750 peserta, terdiri dari para bhikkhu, samanera, atthasilani dan upasaka-upasika dari berbagai daerah di Indonesia.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah dalam rangka melestarikan Dhamma ajaran Buddha untuk perdamaian dan kebahagiaan dunia.

Dalam upacara pembukaan kegiatan tersebut pada Kamis (6/7), Pembimas Buddha Provinsi Jawa Tengah Sutarso, mengatakan bahwa pelaksanaan ITC Ke-3 tahun 2017 diharapkan memberikan vibrasi positif dan dapat memperkuat keyakinan umat Buddha, meningkatkan kerukunan, dan dapat menebarkan cinta kasih dan kasih sayang ke segenap penjuru tanpa batas.

Pembukaan Pelantunan Tipitaka Ke-3 ditandai dengan pemukulan gong oleh Pembimas Buddha Provinsi Jateng dan penyerahan secara simbolik Kitab Suci Tipitaka oleh Sanghanayaka (Ketua Umum) Sangha Tehravada Indonesia Y.M. Subhapanno Mahathera kepada Y.M. Santacitto yang memimpin pembacaan Tipitaka di ITC.

Pada upacara pembukaan juga hadir Pembimas Buddha DIY Saryono, Sanghanayaka STI Y.M. Subhapanno Mahathera, Ketua Umum Panitia Penyelenggara Y.M. Guttadhammo Thera, perwakilan Sangha Agung Indonesia (SAGIN), Ketua Dhammaduta Thailand Y.M. Wongsin Labhiko Mahathera, Ketua Pelaksana Lie Harja Sigit, Ketua MUI DIY, para tokoh lintas agama dan ribuan umat Buddha.

Sedangkan pada kegiatan puja bakti dalam memperingati Hari Asalha 2561 EB/2017 yang tahun ini jatuh pada 9 Juli 2017, ribuan umat Buddhis dari berbagai daerah mengikuti rangkaian puja bakti di pelataran barat Candi Borobudur, Sabtu (8/7/2017) sore hingga malam.

Sebelum menuju ke Candi Borobudur, ribuan umat Buddhis terlebih dahulu mengikuti prosesi dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Ratusan petugas keamanan diterjunkan untuk mengamankan kegiatan tersebut.

Di Candi Borobudur, sejumlah rangkaian kegiatan dilaksanakan, termasuk menyalakan dupa, menyalakan lilin panca warna oleh beberapa bhikkhu.

Rangkaian acara juga diisi dengan menampilkan sebuah Tarian Puja oleh beberapa mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Budha Syailendra Semarang. Dalam rangkaian puja, untuk beberapa menit Y.M. Jotidhammo Mahathera memimpin pelaksaan meditasi.

Dalam ceramah dhamma-nya, Y.M. Sri Pannavaro Mahathera di antaranya mengatakan bahwa tepat di bulan purnama di Bulan Asalha atau Asadha, sekitar 2.605 tahun silam, Sri Buddha Gotama menyampaikan khotbah pertamanya kepada 5 orang pertama.

Bhante Pannavaro juga mengajak umat untuk bertekad menyembuhkan penyakit atau borok kehidupan, protes dan membuat ‘angket’ untuk diri sendiri dalam rangka menyelesaikan apa yang menjadi sebab terjadinya penderitaan.

Tahun ini tema yang diangkat dalam kedua kegiatan akbar tersebut adalah “Cinta Kasih Penjaga Kebhinnekaan” dengan harapan umat Buddhis Indonesia mampu menerapkan ajaran Buddha dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.[Bhagavant, 9/7/17, Sum]

Kata kunci:
Penulis: