Amerika Serikat » Fokus » Gerakan Buddhis » Sosial

Terkait Pembunuhan Bhikkhu, Ketua BGR Kirim Surat ke PM Bangladesh

Selasa, 31 Mei 2016

Bhagavant.com,
New York, Amerika Serikat – Terkait pembunuhan brutal terhadap seorang bhikkhu lanjut usia di Bangladesh pada 14 Mei 2016, ketua organisasi bantuan kemanusiaan Buddhis asal Amerika Serikat, Buddhist Global Relief (BGR), mengirimkan surat keprihatinan kepada Perdana Menteri Bangladesh.

Unjuk rasa untuk hentikan pembunuhan bhikkhu di Bangladesh.
Unjuk rasa untuk hentikan pembunuhan bhikkhu di Bangladesh. Foto: canasiantimes.com

Seperti yang dilansir di status laman Facebook Buddhist Global Relief Jumat (20/5/2016), Y.M. Bhikkhu Bodhi sekalu ketua BGR dalam suratnya yang ditujukan kepada P.M. Bangladesh Sheikh Hasina menyatakan keprihatinannya yang mendalam terhadap keamanan umat agama minoritas termasuk pembunuhan bhikkhu baru-baru ini. Berikut surat Y.M. Bhikkhu Bodhi tersebut:

Yang Terhormat Madam,

Sebagai seorang bhikkhu senior Amerika dan pendiri dari sebuah organisasi bantuan global dengan sejumlah proyek di Bangladesh, saya menyurati Anda dengan keprihatinan yang mendalam mengenai keamanan umat agama minoritas di negara Anda.

Seperti halnya banyak orang di seluruh dunia, saya terkejut membaca pembunuhan brutal seorang bhikkhu hanya 340 km dari Dhaka, yang terjadi pada tanggal 14 Mei. Saya juga mempelajari bahwa hal ini bukanlah insiden yang terpisah-pisah. Masyarakat agama minoritas lainnya – Buddhis, Hindu, Kristiani, dan bahkan Muslim non-Sunni – telah dibunuh secara brutal di Bangladesh lebih dari setahun terakhir.

Y.M. Bhikkhu Bodhi, ketua Buddhist Global Relief (BGR).
Y.M. Bhikkhu Bodhi, ketua Buddhist Global Relief (BGR).

Hal ini mengerikan dan melecehkan hak-hak yang melekat pada orang untuk mempraktikkan agama pilihan mereka secara damai.

Diperlukan bagi pemerintah Bangladesh mengambil tindakan efektif untuk mencegah bencana ini menyebar. Saya menyarankan empat langkah:

(1) Suatu penyelidikan tanpa henti harus dilakukan untuk menemukan pembunuh dari bhikkhu yang dihormati tersebut dan membawa mereka ke pengadilan. Persidangan harus adil dan transparan, untuk mencegah orang yang tidak bersalah dituntut dengan suatu kejahatan yang tidak pernah mereka lakukan demi memberi kesan telah dilakukan penanganan.

(2) Tempat ibadah agama minoritas harus mendapatkan perlindungan polisi, terutama di daerah beresiko serangan oleh militan Islam. Bhikkhu tersebut telah menerima ancaman pembunuhan sebelum pembunuhan tersebut dan ia seharusnya diberikan perlindungan.

(3) Kelompok-kelompok Islam yang menganjurkan kekerasan terhadap agama-agama lain dan menyebarkan ketidaktoleransian harus ditentang dan ditekan.

(4) Untuk meningkatkan cara berpikir masyarakat, mereka harus dididik tentang pentingnya toleransi beragama dan nilai kerukunan beragama bagi pembangunan nasional. Pendidikan harus dimulai di sekolah-sekolah, dengan anak-anak. Hanya ketika masyarakat saling menghormati satu sama lain mereka dapat berkembang bersama-sama.

Saya dengan tulus berharap Anda akan bertindak berdasarkan saran ini, memberikan prioritas cepat pada dua hal yang pertama untuk mencegah pengulangan pembunuhan yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Terima kasih banyak atas perhatian Anda terhadap surat ini.

Dengan hormat,

Y.M. Bhikkhu Bodhi.

Pembunuhan bhikkhu di Bangladesh pada 14 Mei lalu bukanlah aksi kekerasan yang pertama terhadap kaum minoritas khususnya umat Buddhis di Bangladesh yang berpenduduk mayoritas Muslim, tetapi aksi kekerasan ini telah terjadi kerap kali dalam puluhan tahun.

Kekerasan kerap terjadi termasuk penganiayaan terhadap masyarakat Buddhis Jumma yang berada di Jalur Bukit Chittagong. Sayangnya hingga sekarang dunia internasional tidak sepenuhnya beraksi keras mengenai hal ini. Bahkan suara tokoh dan organisasi besar Buddhis di dunia (termasuk di Indonesia) nyaris tak terdengar.[Bhagavant, 31/5/16, Sum]

Kata kunci:
Penulis: