Asia Tenggara » Indonesia » Seni dan Budaya » Seremonial

2 Festival Besar Ini Sambut Waisak 2560 EB di Indonesia

Selasa, 17 Mei 2016

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Dalam rangka memperingati Hari Raya Trisuci Vesak atau Waisak 2560 Era Buddhis (EB) / 2016, umat Buddhis di Indonesia menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk menggelar festival.

2 Festival Vesak 2560 EB / 2016 di Indonesia
2 Festival Vesak 2560 EB / 2016 di Indonesia

Berdasarkan pantauan Berita Buddhis Bhagavant, setidaknya ada 2 festival berskala besar yang diselenggarakan umat Buddhis Indonesia dalam menyambut dan merayakan Vesak yang tahun ini di Indonesia jatuh pada 22 Mei 2016.

Replika miniatur Vihara Parinirvana Kusinara (Kushinagar) di Festival Waisak untuk Indonesia, Ancol.
Replika miniatur Vihara Parinirvana Kusinara (Kushinagar) di Festival Waisak untuk Indonesia, Ancol. Foto: Facebook Cetiya Buddha-Gotama

Pertama, festival Vesak yang diadakan di Jakarta dengan tajuk “Festival Waisak untuk Indonesia” (FWI). Festival yang diselenggarakan selama sebulan dari tanggal 28 April 2016 – 29 Mei 2016 di Pasar Seni Ancol oleh Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis (BPKB) Jakarta yang bekerja sama dengan Taman Impian Jaya Ancol , menjadikan festival ini sebagai festival Vesak terlama yang pertama di Indonesia.

Rekonstruksi dengan menampilkan replika empat tempat paling suci bagi umat Buddhis yaitu Lumbini, Uruvela (Bodh Gaya), Taman Rusa Isipatana (Sarnath), dan Kusinara, menjadi fokus utama festival yang dibuka setiap hari pada pukul 8 pagi hingga 8 malam ini.

Para pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan lainnya seperti International Peace Walk yang akan melibatkan 30.000 peserta,  simposium Internasional pertama tentang Muara Jambi dan Sriwijaya, Buddhist Artifact Gallery, konser musik, Amazing Riddle Race, Festival Tarian Nusantara, Festival Karya Seni Rupa Waisak, dan Bulan Kuliner Nusantara.

Lukisan mendiang Y.M. Ashin Jinarakkhita yang dibuat dan diwarnai dengan gabungan tanda tangan oleh para pengunjung di Festival Waisak untuk Indonesia, Taman impian Jaya Ancol.
Lukisan mendiang Y.M. Ashin Jinarakkhita yang dibuat dan diwarnai dengan gabungan tanda tangan oleh para pengunjung di Festival Waisak untuk Indonesia, Taman impian Jaya Ancol. Foto: Facebook Goa Garba Art

Selain itu, yang menarik, para pengunjung juga disajikan dan dapat berpartisipasi  dalam kegiatan melukis wajah 5 tokoh nasional yang dilukis dan diwarnai dengan gabungan ribuan tanda tangan dari para pengunjung lainnya. Tidak ketinggalan, para pengunjung juga dapat melihat sejumlah relik suci di Ruang Relik, Lt 1, Gedung NAS, Pasar Seni Ancol.

FWI yang resmi dibuka hari Selasa (3/5/2016) oleh Dirjen Bimas Buddha Drs. Dasikin di dampingi Sekretaris Dirjen Bimas Buddha Caliadi, S.H., menargetkan sekitar 1 juta pengunjung baik dari dalam maupun dari luar negeri, dan terbuka untuk umum.

Festival besar yang kedua, diadakan di kota pahlawan Surabaya, Jawa Timur, tepatnya di Main Atrium Tunjungan Plaza 3. Festival bertajuk “Vesak Festival 2016” dengan mengangkat tema “Selfless” ini diselenggarakan oleh Young Buddhist Association Surabaya selama 5 hari dari 18 Mei – 22 Mei 2016.

Vesak Festival di Surabaya ini merupakan kegiatan festival Vesak berskala besar yang pertama yang ada di Indonesia, dan tahun ini merupakan tahun ke-2 diselenggarakannya festifal yang digarap pemuda-pemudi Buddhis tersebut.

Berbagai kegiatan pameran dan pertunjukan baik yang bersifat pendidikan dan seni digelar di sana dan juga dibuka untuk umum. Ekshibisi relik suci, memandikan rupaka Bodhisattva, pertunjukan talenta musik, pertunjukan wushu, loka karya meditasi, pertunjukkan barongsai, orkestra Tionghoa hingga diorama kehidupan Sri Buddha dalam bentuk instalasi terbuat dari material kardus menjadi bagian menarik dari Festival Vesak 2016 tersebut.

Sekilas penampakan instalasi rupaka Buddha raksasa dari kardus dalam Vesak Festival 2016 di Surabaya, Jawa Timur.
Sekilas penampakan instalasi rupaka Buddha raksasa dari kardus dalam Vesak Festival 2016 di Surabaya, Jawa Timur. Foto: Facebook Dus Duk Duk.

Bagi mereka yang gemar mengambil gambar dengan kamera foto, penyelenggara festival mengadakan kompetisi fotografi (Vesak Festival Photography Competition) dengan total hadiah 6.5 juta rupiah.

Dan untuk mengajak masyarakat agar mempunyai rasa simpatik dan merasakan perjuangan berat para penderita kanker, pihak penyelenggara berkerja sama dengan Cancer Awareness Community menyelenggarakan kegiatan “Selfless Shave“, yaitu kegiatan mencukur rambut secara gratis dan juga pengumpulan dana untuk para penderita kanker.

Kedua festival Vesak yang terbuka untuk umum tersebut diharapkan bukan hanya dapat memberikan nuansa kegembiraan dalam menyambut dan merayakan Hari Vesak, tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman yang benar terhadap Agama Buddha bagi kalangan umat Buddhis sendiri maupun bagi masyarakat umum non-Buddhis. Selamat Hari Vesak 2560 EB.[Bhagavant, 17/5/16, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: