Asia Oseania » Asia Timur » Korea Selatan » Seremonial

Puja Bakti Massal Buddhis Korsel Rayakan Vesak 2560 EB

Senin, 16 Mei 2016

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Sekitar 10.000 Buddhis menghadiri puja bakti massal dalam Dhammasanti Hari Vesak 2560 EB di Vihara Jogye di Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (14/5/2016).

Dhammasanti Vesak 2560 EB di Vihara Jogye, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (14/5/2016). Foto: buddhism.or.kr
Dhammasanti Vesak 2560 EB di Vihara Jogye, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (14/5/2016). Foto: buddhism.or.kr

Dhammasanti tersebut dihadiri oleh Y.M. Jinje Sunim yang merupakan Sesepuh Agung Seon (Zen) Ordo Jogye Ke-13, dan Y.M. Jaseung, Ketua Ordo Jogye, para anggota sangha dari tradisi lain, para tokoh lintas agama, para pejabat negara, anggota partai, dan duta besar dari Tiongkok, Thailand, Kanada, serta Belanda.

Dimulai pukul 10 pagi waktu setempat, puja bakti diawali dengan upacara pembersihan dan memberikan 6 persembahan yaitu dupa, lentera, bunga, buah, air teh, dan nasi kepada Buddha.

“Marilah kita meletakkan keegoisan kita dan merefleksikan diri kita dengan pikiran penuh belas kasih. Marilah kita tidak tinggal di dalam (kenikmatan) kelimpahan materi, tetapi dalam kekayaan pikiran dan masyarakat,” kata Y.M. Jaseung dalam pesannya, seperti yang dilansir Arirang, Sabtu (14/5/2016).

Y.M. Jaseung juga berharap bagi masyarakat yang cerah yang dapat mengubah keputusasaan menjadi harapan, konflik menjadi harmonis dan keraguan menjadi berkeyakinan.

Dalam pesannya yang dibacakan oleh Menteri Kebudayaan Kim Jong-deok, Presiden Korea Selatan Park Geun-hye yang tidak hadir di puja bakti tersebut mengingatkan pesan terakhir Sri Buddha mengenai menyalakan dan mengandalkan pelita diri sendiri. Ia menambahkan bahwa ia akan menganggap masyarakat seperti pelita dirinya dan pemerintah. Ia juga berjanji untuk menjamin kebahagiaan dan keselamatan masyarakat.

“Saya berharap ajaran Buddha mencerahkan pikiran kita dan membawa kita kedamaian dan kebahagiaan sejati. Semoga kebijaksanaan dan belas kasih Buddha tinggal bersama harapan kita, dan semoga ada kedamaian dan kebahagiaan di negara ini,” harapan Presiden Park Geun-hye dalam pesannya tersebut.

Sekitar 20 ribu vihara di seluruh Korea Selatan menyelenggarakan puja bakti massal pada Hari Vesak yang dikenal masyarakat Korea dengan sebutan Seoggamoni tansin-il atau Seogga tansin-il (Hangeul: 석가모니탄신일, 석가탄신일; Seokkamoni Tanshin-il,  Seokka Tanshin-il) yang secara harfiah berarti Hari Ulang Tahun Sakya atau Hari Ulang Tahun Sakyamuni.

“Buddha mengajarkan kita cara hidup yang benar dan saya benar-benar bersyukur untuk itu. Baik juga datang ke sini bersama putri saya,” kata Lee Jin-hyun, seorang ibu rumah tangga yang menghadiri puja bakti perayaan Vesak 2560 di Vihara Jogye.

Berdasarkan sensus 2005, terdapat sekitar 22.8% umat Buddhis di Korea Selatan atau sekitar 10 juta orang dari total penduduk. Pemerintah Korea Selatan sendiri menetapkan Hari Seokka Tanshin-il atau Hari Vesak sebagai hari libur nasional pada 2005.

Sebelumnya, dalam rangka menyambut Hari Vesak 2560 yang di Korea Selatan jatuh pada 14 Mei 2016, umat Buddha menyelenggarakan Festival Lentera Lotus selama tiga hari. Dengan makna pencerahan dan melambangkan harapan, lentera-lentera tersebut dinyalakan dan digantung selama musim ini.

Dan seperti setiap tahun, lentera-lentera hiasan dari segala bentuk dan ukuran yang terbuat dari kertas hanji menerangi jalan sepanjang Cheonggyecheon di bagian utara Seoul.[Bhagavant, 16/5/16, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: