Eropa » Pilihan » Tokoh

Steven Seagal Berencana Bangun Kembali Vihara di Serbia

Jumat, 15 Januari 2016

Bhagavant.com,
Beograd, Serbia – Aktor Hollywood, Steven Seagal berencana untuk membangun kembali sebuah vihara kuno di Beograd sambil mengembangkan sinematografi Serbia dan mempromosikan seni bela diri.

Steven Seagal (kiri) saat bertemu dengan Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic (kanan), Desember 2015.
Steven Seagal (kiri) saat bertemu dengan Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic (kanan), Desember 2015. Foto: warriorzen.com

Dalam sebuah wawancara eksklusif seperti yang dilansir Sputnik News, Rabu (13/1/2016), Steven Seagal yang baru saja mendapatkan kewarganegaraan Serbia dari Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic pada 8 Januari 2016 mengatakan bahwa dirinya berencana akan membangun negara itu.

“Saya bisa melakukan banyak hal di sini… Saya benar-benar ingin membawa Hollywood ke Serbia. Saya ingin membawa seluruh komunitas film ke sini. Saya ingin membangun sejenis infrastruktur film Hollywood yang besar di sini,” kata pria kelahiran Amerika Serikat 63 tahun yang lalu itu.

Seagal yang juga seorang instruktur seni bela diri Aikido juga berniat untuk mempromosikan seni bela diri tersebut di Serbia. Sebelumnya diberitakan pria yang menyandang sabuk hitam tingkat ke-7 Aikido tersebut diundang untuk melatih pasukan polisi Serbia belajar Aikido.

Steven Seagal yang mempelajari Agama Buddha tradisi Tibet mengatakan ia sangat tertarik dengan pembangunan kembali vihara tertua di Eropa yang diduga dibangun oleh masyarakat Kalmykia. Seagal yang saat ini sedang melakukan penelitian dan mempelajari kondisi masyarakat Kalmykia di Serbia, berencana meminta Perdana Menteri Serbia untuk membangun kembali vihara tersebut.

Menurut GBTimes, vihara tertua di Eropa Tengah yang diresmikan pada bulan Desember 1929 tersebut, dibangun di Beograd oleh pengungsi politik dari masyarakat Buddhis Kalmykia di Eropa Rusia barat daya. Dua tahun kemudian, jalan tempat vihara tersebut berdiri berganti nama menjadi “Jalan Buddhis”. Pada tahun 1934, vihara tersebut menerima pemberian dari Jepang berupa sebuah rupaka Buddha terbuat dari emas. Vihara Beograd tersebut rusak berat pada tahun 1944, dan kemudian dihancurkan.

Republik Kalmykia modern, sebuah negara bagian dari subjek federal Rusia dengan jumlah penduduk kurang dari 300.000 orang, merupakan satu-satunya kawasan di Eropa yang mayoritas penduduknya mempraktikkan Agama Buddha.[Bhagavant, 15/1/16, Sum]

Kata kunci:
Penulis: