India » Pendidikan

Universitas Patna India Promosikan Studi Buddhis ke Negara Buddhis

Senin, 18 Januari 2016

Bhagavant.com,
Bihar, India – Universitas Patna di India akan segera bekerja sama dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Buddhis untuk mempromosikan studi Buddhis. Untuk itu, sebuah pertemuan internasional akan diadakan di sana pada akhir tahun ini, beberapa delegasi dari Asia diperkirakan akan hadir.

ilustrasi pendidikan Buddhis
Ilustrasi

Untuk membahas rincian rencana ini, Ketua Dewan Pengembangan Monumen Buddhis (BMDC) Arvind Alok, pada pekan lalu berbicara kepada pejabat terkait termasuk Wakil Penasihat Universitas Patna Y.C. Simhadri dan Duta Besar Mongolia untuk India. Alok mengatakan bahwa Duta Besar Mongolia telah setuju untuk mendukung Universitas Patna mengenai hal ini.

Alok bertemu Wakil Penasihat Universitas Patna di kantor rumahnya sedangkan Duta Besar Mongolia G. Ganbold memastikan partisipasinya dalam masalah tersebut setelah berbicara dengan Penasihat Universitas Patna dan Alok melalui telepon dari New Delhi.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini juga akan memainkan peran penting dalam promosi dari lingkungan pendidikan di universitas tersebut. Semenjak Pataliputra kuno memiliki warisan yang kaya tradisi Buddhis, akan ada suasana pendidikan yang benar dan damai di kampus,” kata Alok seperti yang dilansir Time of India, Minggu (10/1/2016).

Pertemuan di universitas tersebut akan dihadiri oleh duta besar dari negara-negara Buddhis dan cendekiawan terkemuka.

Alok mengatakan, BMDC akan memfasilitasi Universitas Patna dalam membangun kerja sama akademik dengan berbagai negara Buddhis. Negara-negara Buddhis memiliki minat alami terhadap Pataliputra kuno dan pemerintah mereka bersedia untuk mendukung Universitas Patna.

Sedangkan untuk mendorong umat Buddha dari seluruh negara, Wakil Penasihat Universitas Patna juga menyarankan untuk mendirikan sebuah kelas studi Buddhis internasional di universitas tersebut. Kelas tersebut akan mencakup studi tentang topik-topik Buddhis berkaitan dengan Jepang, Tiongkok, Sri Lanka, Korea dan Mongolia.[Bhagavant, TOI, 18/1/16, Sum]

Kata kunci:
Penulis: