Thailand

Militer Perketat Keamanan Para Bhikkhu di Thailand Selatan

Rabu, 29 Juli 2015

Bhagavant.com,
Pattani, Thailand – Militer Thailand mengeluarkan petunjuk pelaksana keamanan baru bagi para bhikkhu di Thailand Selatan pada saat mereka melaksanakan pindapata (mengumpulkan dana makanan) pagi hari, setelah serangan bom mematikan di Distrik Sai Buri, Provinsi Pattani pada Sabtu (25/7/2015).

Ilustrasi gambar: Seorang ibu memberikan dana makanan kepada para bhikkhu.
Ilustrasi gambar: Seorang ibu memberikan dana makanan kepada para bhikkhu.

Perintah yang ditandatangani oleh Komandan Angkatan Darat Keempat, Prakarn Cholayuth tersebut membatasi rute para bhikkhu dalam melakukan pindapata demi keselamatan mereka. Perintah tersebut telah diedarkan ke seluruh gubernur, pejabat dan satuan keamanan di provinsi-provinsi perbatasan selatan.

Seperti yang dilansir Bangkok Post, Sabtu (25/7/2015), para bhikkhu akan diperbolehkan untuk meninggalkan vihara untuk mengumpulkan dana hanya di “zona aman” yang telah diamankan sebelumnya oleh otoritas keamanan, kata perintah tersebut yang menugaskan para relawan pertahanan untuk menemani semua kelompok bhikkhu meninggalkan dan kembali ke vihara-vihara mereka.

Letnan Jenderal Prakarn menyarankan para bhikkhu termasuk yang ada di vihara terpencil untuk tinggal di tempat mereka jika rute yang direncanakan mereka di luar vihara dianggap berbahaya oleh otoritas. Ia juga mengatakan bahwa para umat akan dibawa ke vihara untuk mempersembahkan dana mereka.

Perintah tersebut dikeluarkan setelah seorang bhikkhu meninggal oleh ledakan bom yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut. Seperti yang dilaporkan The Nation, Minggu (26/7/2015), bahan peledak yang disembunyikan di tempat sampah tersebut meledak saat sekelompok bhikkhu dari Vihara Wimonwattanaram dengan tentara yang menjaga mereka berada di jalan untuk menerima dana.

Akibat ledakan bom tersebut, dua orang yaitu seorang bhikkhu bernama Phra Payom (Thanawuttho) Suktri dan tentara bernama Kopral Wannamai Rakhano meninggal dunia di rumah sakit, dan melukai enam orang lainnya: seorang bhikkhu, 2 tentara, dan 3 penduduk lokal.

Sudah sebelas tahun Thailand mengahadapi separatis Muslim di wilayah bagian selatan, dan seperti yang dilaporkan Associated Press, Sabtu (25/7/2015), berdasarkan pusat operasi kepolisian regional setidaknya sudah 19 bhikkhu yang tewas dan 25 terluka dalam serangan di Thailand selatan sejak tahun 2004.[Bhagavant, 29/7/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: