Thailand

Asadha Berakhir, Masa Vassa Para Bhikkhu Tiba

Minggu, 2 Agustus 2015

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Pemerintah Thailand melarang bar dan restoran menjual minuman keras untuk menghormati peringatan Hari Asadha Puja (Thailand: Asanha Bucha) dan awal Memasuki Vassa (Thailand: Khao Phansa) bagi para bhikkhu yang secara nasional di Thailand masing-masing jatuh pada Kamis dan Jumat (30 dan 31 Juli 2015).

Pada masa vassa, para bhikkhu menetap di suatu tempat untuk menfokuskan diri mereka dalam melatih diri memperdalam pengetahuan dhamma dan bermeditasi.
Pada masa Vassa, para bhikkhu menetap di suatu tempat untuk menfokuskan diri mereka dalam melatih diri memperdalam pengetahuan dhamma dan bermeditasi. Foto: withfriendship.com

Tahun ini pelarangan tersebut diperluas hingga ke hotel-hotel dan resor, demikian kata Inspektur Polisi Kota Phuket, Kolonel Kraitong Jantongbai.

“Tahun lalu, larangan itu tidak sepenuhnya diberlakukan pada kedua hari itu dan tidak berlaku untuk hotel yang terdaftar di bawah Undang-Undang Perhotelan,” katanya seperti yang dilansir The Phuket News, Senin (27/7/2015).

“Perdana Menteri Prayut mengumumkan pada tanggal 5 Februari bahwa penjualan alkohol akan dilarang pada hari-hari keagamaan ini,” katanya.

“Juga, pemerintah Thailand telah meluncurkan kampanye yang disebut Ngod Lao Khao Phansa (Tidak minum alkohol selama Khao Phansa).

Hari Asadha Puja atau Asalha Puja merupakan hari memperingati peristiwa saat Buddha Gotama untuk pertama kalinya membabarkan Dhamma yang telah Ia temukan kepada 5 petapa yang kemudian menjadi siswa-siswa pertama-Nya di Migadāya (Taman Rusa) di Isipatana dekat Benares (Varanasi), India, pada 588 Sebelum Era Umum (Sebelum Masehi). Setelah hari tersebut berlalu, keesokan harinya merupakan masa vassa bagi para bhikkhu dimulai.

Masa vassa adalah masa atau waktu selama 3 bulan saat para bhikkhu melakukan retret dengan menetap di suatu tempat, biasanya di vihara untuk menfokuskan diri mereka dalam melatih diri memperdalam pengetahuan Dhamma dan bermeditasi. Pada umumnya masa vassa berawal di bulan Juli dan akan berakhir pada bulan Oktober diikuti dengan Hari Pavarana (undangan bagi para bhikkhu untuk berkumpul bersama dan saling memberikan nasihat) dan perayaan Kathina. Vassa sendiri berasal dari bahasa Pali yang berarti musim hujan.

Selama waktu 3 bulan tersebut para bhikkhu tidak diperkenankan melakukan perjalanan jauh jika tidak ada hal yang mendesak. Hal ini telah ditentukan sendiri oleh Sri Buddha mengingat selama 3 bulan tersebut merupakan masa musim penghujan di India, saat itu medan untuk berkelana para bhikkhu menjadi sulit dan berbahaya. Dan juga agar baik hewan-hewan khususnya yang kecil maupun tanaman yang pada saat itu merupakan masa mereka untuk berkembang biak, terhindar dari perusakan dan kematian karena terinjak oleh para bhikkhu yang berkelana.

Praktik vassa dilaksanakan setiap tahunnya oleh para bhikkhu khususnya dari sangha tradisi Theravada. Dan umat Buddha di negara-negara berpenduduk mayoritas umat Buddha tradisi Theravada seperti Thailand, Birma (Myanmar), Sri Lanka, Kamboja, dan Laos ikut berpartisipasi dalam menyambut dan mengisi masa vassa tersebut dengan melakukan berbagai kegiatan praktik Dhamma seperti melaksanakan Pancasila Buddhis, pelimpahan jasa, bermeditasi, dan lain-lain.

Umat Buddha Thailand melakukan prosesi weīyn theīyn pada hari-hari besar Buddhis.
Umat Buddha Thailand melakukan prosesi weīyn theīyn pada hari-hari besar Buddhis. Foto: Video Youtube.

Salah satu tradisi umat Buddha di Thailand pada saat hari-hari besar Agama Buddha seperti Vesak Puja, Magha Puja dan Asalha Puja ataupun memasuki vassa, adalah prosesi weīyn theīyn (เวียนเทียน – wien tien) yang berarti berkeliling dengan lilin. Dalam prosesi ini para umat Buddha mengelilingi vihara (wat) atau rupaka Buddha searah jarum jam sebanyak tiga kali sambil membawa lilin, dupa dan bunga, serta melakukan 3 perenungan (nussati). Prosesi mengelilingi dengan arah searah jarum jam ini juga dikenal dengan sebutan dalam bahasa Pali yaitu padakkhina (Sanskerta: pradaksina) yang berarti “ke kanan”.

Pemerintah Thailand mengundang para wisatawan yang mengunjungi Thailand pada saat hari- hari besar tersebut untuk menikmati keindahan Thailand dengan mengikuti prosesi weīyn theīyn tersebut di vihara terdekat dari mereka menginap.

Tidak ketinggalan umat Buddha Thailand juga menyelenggarakan prosesi pawai pahatan lilin tradisional di Festival Lilin Internasional (International Wax Candle Festival) tahunan yang tahun 2015 ini diselenggarakan di Vihara Thung Sri Muang, Provinsi Ubon Ratchathani.

Selisih satu hari dengan Thailand, tahun ini Hari Asadha Puja dan masa vassa di Indonesia masing-masing jatuh pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus 2015.[Bhagavant, 2/8/15, Sum]

Video Festival Lilin Internasional di Vihara Thung Sri Muang, Provinsi Ubon Ratchathani.

Kata kunci: ,
Penulis: