Bangladesh » Sosial

Selama Ramadan Vihara di Bangladesh Bagikan Makanan Buka Puasa

Selasa, 14 Juli 2015

Bhagavant.com,
Dhaka, Bangladesh – Sebuah contoh teladan toleransi beragama ditunjukkan oleh sebuah vihara di Bangladesh dengan menyediakan makanan buka puasa untuk umat Muslim yang tidak mampu selama bulan Ramadan.

Para bhikkhu beri bantuankepada Muslim
Para bhikkhu di Vihara Dharmarajika di Dhaka, Bangladesh membagikan makanan berbuka puasa kepada para Muslim, Senin (6/7/2015). Foto: AFP – Straits Times

Vihara Dharmarajika di ibu kota Dhaka, menjadi terkenal di media sosial sejak vihara itu mulai membagikan makanan harian untuk para umat Muslim pada saat berbuka puasa.

“Agama Buddha mengajarkan kepada kami bahwa kemanusiaan merupakan agama yang tertinggi. Kami memberikan makanan untuk para umat Muslim yang miskin yang tak mampu membeli makanan layak di saat berbuka puasa,” kata Y.M. Bhikkhu Suddhananda Mahathera, kepala Vihara Dharmarajika, seperti yang dilansir AFP, Selasa (7/7/2015).

Lebih dari 300 Muslim menunggu di depan gerbang vihara yang terletak di daerah Basabo, Dhaka, pada Senin (6/7/2015) malam untuk menerima makanan untuk berbuka puasa.

“Saya bisa makan beberapa makanan yang sedap yang disajikan dengan cinta dan perhatian,” kata Amena Khatun, nenek berusia 70 tahun, yang juga mengatakan telah berjalan beberapa kilometer ke vihara tersebut.

Saat seorang bhikkhu membagikan kupon kepada para umat Muslim yang lapar, pihak polisi membantu untuk memastikan proses tersebut tetap berjalan secara teratur.

“Ini suatu contoh yang indah dari kerukunan beragama: menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada para tetangga yang berpuasa tanpa memikirkan perbedaan agama,” kata Asad Uzzaman, seorang polisi.

Banyak umat Muslim menggunakan media sosial untuk mengucapkan terima kasih kepada Vihara Dharmarajika atas pembagian makanan tersebut, di antaranya mengunggah foto-foto para bhikkhu yang sedang membagikan makanan.

“Saya sangat menghargai inisiatif tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada mereka,” kata Nur Hossain, seorang bankir.

Vihara Dharmarajika dibangun pada tahun 1949 dan merupakan rumah untuk lebih dari 700 anak yatim piatu yang menimba ilmu di sekolah gratis yang dikelola vihara tersebut.

Sekitar 90 persen dari 160 juta penduduk Bangladesh adalah Muslim. Sedangkan komunitas kecil umat Buddha sebagian besar berada di wilayah tenggara negara itu yang berbatasan dengan Birma (Myanmar) dan di antaranya merupakan kelompok masyarakat adat Jumma yang hidup di Jalur Bukit Chittagong (Chittagong Hill Tracts).

Sayangnya kehidupan masyarakat adat Jumma di sana sangat memprihatinkan karena adanya diskriminasi dan penganiayaan oleh kelompok mayoritas yang sampai sekarang masih terjadi dan tidak terekspos secara luas oleh dunia internasional.[Bhagavant, 14/7/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: