Seremonial » Singapura

Apa yang Dilakukan Buddhis Singapura Saat Vesak 2559?

Selasa, 2 Juni 2015

Bhagavant.com,
Singapura – Umat Buddhis Singapura merayakan peringatan Hari Vesak 2559 EB / 2015 pada Senin (1/6/2015). Perayaan Vesak tahun ini sedikit istimewa karena tepat jatuh pada tahun peringatan kemerdekaan Singapura ke-50 atau HUT Emas Singapura.

Buddhis Singapura melakukan tradisi penyiraman air wangi pada rupaka bayi Pangeran Siddhartha saat Vesak 2559 di komunitas Buddhist Welfare Services, Senin (1/6/2015).
Buddhis Singapura melakukan tradisi penyiraman air wangi pada rupaka bayi Pangeran Siddhartha saat Vesak 2559 di komunitas Buddhist Welfare Services, Senin (1/6/2015). Foto: Channel NewsAsia

Umat Buddhis Singapura telah mulai menyambut Hari Vesak 2559 sejak pertengahan bulan Mei yang lalu dengan menyelenggarakan konser kesenian yang mengangkat tema “Blissful Vesak, Peaceful Singapore” (Vesak yang penuh bahagia, Singapura yang penuh damai) yang dihadiri oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong, pada 15 Mei 2015.

Pada Minggu malam (24/5/2015), sekitar lebih kurang 10.000 umat Buddhis Singapura berpartisipasi dalam sebuah prosesi penyalaan lilin di Stadion Hougang yang diselenggarakan oleh Singapore Buddhist Welfare Services. Mereka saling membagikan cahaya lilin dari satu ke yang lainnya. Dengan memegang lampu teratai, para umat juga berkeliling stadion memanjatkan puja harapan untuk perdamaian dan kebahagiaan.

Menyambut Vesak 2559 / 2015 Buddhis Singapura melakukan prosesi penyalaan lilin di Stadion Hougang, Minggu (24/5/2015).
Menyambut Vesak 2559 / 2015 Buddhis Singapura melakukan prosesi penyalaan lilin di Stadion Hougang, Minggu (24/5/2015). Foto: straitstimes.com

Malam Vesak, Minggu (31/5/2015), banyak umat melakukan puja bakti di Vihara Kong Meng San Phor Kark See. Mereka berjalan di sekeliling vihara dan melakukan sujud satu kali setiap tiga langkah (sān bù yī bài – 三步一拜) untuk memberikan penghormatan kepada Sri Buddha.

Umat Buddhis yang berada dalam komunitas Amitabha Buddhist Centre Singapura melakukan puja bakti Vesak dengan menghadirkan thangka (lukisan Buddhis Tibet) raksasa Buddha Amitabha berukuran 15,24 m x 9,14 m di lapangan terbuka Stasiun MRT Aljunied.

Thangka raksasa dihadirkan untuk perayaan Vesak 2559 di Singapura.
Thangka raksasa dihadirkan untuk perayaan Vesak 2559 di Singapura. Foto: dokumen Bhagavant.

Saat Hari Vesak tiba, umat Buddhis Singapura melakukan puja bakti di vihara-vihara sesuai dengan komunitas dan tradisi mereka. Berdasarkan Channel NewsAsia Senin (1/6/2015), di Singapore Buddhist Welfare Services, para umat mengawali puja bakti dengan melakukan penyiraman air wangi pada rupaka bayi Pangeran Siddhartha. Air wangi tersebut merupakan simbol dari turunnya bunga dan hujan saat kelahiran Pangeran Siddhartha yang kelak menjadi Buddha.

Sedangkan di markas Buddhist Fellowship Singapura, para anggota dan keluarga komunitas merayakan Hari Vesak dengan berpartisipasi dalam upacara Tisarana atau mengambil perlindungan kepada Tiratna, bincang Dhamma dan karnaval makanan dan makanan.

Para umat khususnya kaum muda Buddhis juga nampak melakukan kegiatan sosial seperti menyelenggarakan donor darah massal.[Bhagavant, 2/6/15, Sum]

Kata kunci: , ,
Penulis: