Australia

Shaolin Segera Buka Retret dan Sekolah Kung Fu di Australia

Kamis, 2 April 2015

Bhagavant.com,
Sydney, Australia – Vihara Shaolin yang terkenal sebagai salah satu tempat lahirnya seni bela diri kung fu dengan lebih dari 1.500 tahun sejarahnya, segera membangun pos internasional pertamanya di Australia.

Dua Guru Besar Shaolin, Master Shi Deru (kiri) dan Master Shi Deyang. Foto: wikipedia.org
Dua Guru Besar Shaolin, Master Shi Deru (kiri) dan Master Shi Deyang. Foto: wikipedia.org

Seperti yang dilansir Xinhua, Jumat (27/3/2015), Vihara Shaolin yang juga merupakan tempat retret dan sekolah kung fu yang terletak di wilayah Dengfeng di provinsi Henan, Tiongkok, telah menyelesaikan delapan tahun negosiasi yang kompleks dengan pemerintah daerah di New South Wales untuk membangun sebuah situs untuk vihara baru.

Sebuah resor senilai 380 milyar dolar Australia akan dibangun di kawasan liar alami Comberton Grange di Jervis Bay, 200 km sebelah selatan Sydney.

Vihara baru tersebut akan berada di tengah-tengah lahan hutan seluas 2.000 hektar yang telah dibeli oleh Vihara Shaolin Tiongkok yang sekarang dipimpin oleh Y.M. Bhiksu Shi Yongxin, dengan harga 5 milyar dolar Australia.

Selain itu, vihara itu akan benar-benar menjadi sebuah tempat retret kawasan liar dengan sebuah pemandangan taman nasional laut yang berada beberapa kilometer darinya.

Situs vihara yang berlokasi di Shoalhaven Shire tersebut diberikan nama sesuai dengan sungai besar yang mengalir melalui daerah pedesaan yang subur tersebut.

Keberadaan vihara itu didukung penuh oleh Wali Kota Shoalhaven, Joanna Gash, yang berbicara kepada Xinhua di kantornya.

“Delapan tahun yang lalu kepala viharanya datang ke Shoalhaven,” katanya.

“Ia sangat tertarik dengan sifat spiritualitas dari warganya, lahannya, lokasinya dan ia memiliki visi yang baik mengenai apa yang bisa dibangun di sini. Ia telah menghabiskan delapan tahun sebelum membuahkan hasil.”

“Rencana dia tentunya untuk sebuah vihara, Vihara Shaolin, Vihara Shaolin pertama yang dibangun di Australia di luar Tiongkok. Vihara tersebut akan memiliki akademi kung fu, akan memiliki pusat kesehatan dan kesejahteraan dan juga akan memiliki sebuah hotel.”

Di wilayah dengan pengangguran tinggi, manfaat ekonomi akan menjadi hal yang penting. Diharapkan untuk konstruksi proyek itu sendiri saja sekitar 1.000 pekerjaan akan tersedia.

Seperti biasanya, sesuatu yang besar dan baru yang direncanakan untuk sebuah komunitas kecil yang menolak perubahan, makan akan diawalai dengan penolakan. Demikian pula rencana pembangunan vihara tersebut bukan tanpa rintangan. Hal yang lebih dikhawatirkan dari rencana tersebut adalah proses pengembangannya daripada proyek nyatanya, namun Wali Kota Joanna mengatakan bahwa hasil akhirnya telah disepakati.[Bhagavant, 2/4/15, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: