Pelayanan Buddhis » Seremonial » Singapura

Buddhis Singapura Adakan Puja Bakti untuk Lee Kuan Yew

Sabtu, 28 Maret 2015

Bhagavant.com,
Singapura – Umat Buddhis seluruh Singapura berkumpul untuk mengenang Mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew dalam sebuah puja bakti peringatan yang diselenggarakan oleh Federasi Buddhis Singapura (Singapore Buddhist Federation – SBF), pada Kamis (26/3/2015).

Umat Buddhis Singapura melakukan puja bakti di Vihara Kong Meng San Phor Kark See untuk mendiang mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, Kamis (26/3/2015).
Umat Buddhis Singapura melakukan puja bakti di Vihara Kong Meng San Phor Kark See untuk mendiang mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, Kamis (26/3/2015). Foto: straitstimes.com

Puja bakti yang diselenggarakan di Vihara Kong Meng San Phor Kark See tersebut dihadiri oleh lebih dari 3.000 anggota masyarakat dan para viharawan. Puja bakti tersebut juga merupakan kegiatan yang pertama dalam sebuah rangkaian acara keagamaan untuk mengenang Lee Kuan Yew.

Para umat yang hadir di vihara yang berlokasi di Sin Ming Avenue tersebut melakukan hening selama semenit sebelum membungkuk sebanyak tiga kali untuk memberikan penghormatan kepada Lee Kuan Yew sebagai bapak pendiri bangsa.

Seperti yang dilansir The Straits Times Singapore, Jumat (27/3/2015), selanjutnya selama sejam para umat membacakan Sumpah dan Praktik Bodhisattva Samantabhadra, sebuah bab dari Sutra Avatamsaka yang menegaskan bagaimana eksistensi setiap individu menjadi lebih bermakna melalui hubungan dengan orang lain.

Ketua SBF, Y.M. Bhiksu Seck Kwang Phing, mengatakan bahwa Lee Kuan Yew “menghormati semua agama”.

“Ia berinteraksi sangat erat dengan para pemimpin dari semua kelompok agama di Singapura, yang menghasilkan masyarakat harmonis yang kita miliki saat ini,” katanya.

Lee Kuan Yew yang merupakan perdana menteri pertama Singapura, meninggal dunia di usia 91 tahun, pada 23 Maret 2015. Sebagai perdana menteri ia berhasil mempersatukan warga Singapura yang terdiri dari beragam etnis dan agama.

Meskipun secara pribadi ia mengakui sebagai seorang agnostik, pada tahun 2009 dalam sebuah wawancara dengan Mark Jacobson untuk Majalah National Geographic Edisi Januari 2010, Lee Kuan Yew mengidentifikasi dirinya sebagai anggota dari komunitas Buddhis ataupun Taois yang mayoritas dianut oleh warga Tionghoa di Singapura.[Bhagavant, 28/3/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: