India

Para bhikkhu-bhiksu Dialog Vinaya 2 Tradisi di India

Minggu, 22 Maret 2015

Bhagavant.com,
New Delhi, India – Para bhikkhu dari Sri Lanka dan bhiksu dari India melakukan pertemuan selama dua hari di New Delhi untuk berdialog mengenai Vinaya atau peraturan disiplin para bhikkhu/bhiksu dari dua tradisi yang berbeda dimulai pada Rabu (18/3/2015).

Para bhikkhu dan bhiksu dari Sri Lanka dan India melakukan dialog mengenai Vinaya
Para bhikkhu dan bhiksu dari Sri Lanka dan India melakukan dialog mengenai Vinaya. Foto: http://indianexpress.com

Sekitar 50 orang bhikkhu dan bhiksu senior dari kedua negara tersebut berpartisipasi pada hari pertama dialog yang diselenggarakan oleh International Buddhist Confederation (IBC), sebuah organisasi Buddhis yang bermarkas di India. Mereka berdialog dan membandingkan antara Vinaya dari tradisi Theravada yang dipraktikkan oleh para bhikkhu dari Sri Lanka dengan Vinaya tradisi Mulasarvastivada yang dipraktikkan oleh para bhiksu dari Tibet.

“Hal ini sangat penting karena India merupakan negara yang paling penting bagi Sri Lanka dan Sri Lanka juga merupakan tetangga yang sangat penting bagi India dan jika kita memiliki keterlibatan seperti ini yang pasti akan sangat membantu kita untuk membawa dua negara yang berbeda (jadi) lebih dekat dan memiliki rasa hormat yang lebih baik berdasarkan pada saling memahami,” kata kepala Vihara Gaden Shartse, Y.M. Bhiksu Jangchup Choeden, seperti yang dilansir Newkerala pada Kamis (19/3/2015).

Para viharawan tersebut juga membahas mengenai kesejajaran kumpulan kepustakaan sebagai referensi dalam Agama Buddha, dan juga membahas kegiatan rutin dan tahunan komunitas keviharaan.

“Kita perlu memiliki hubungan yang lebih dekat dengan negara-negara yang berbeda jadi Agama Buddha merupakan rantai utama untuk memiliki hubungan seperti itu dengan India karena ini adalah hadiah terbesar yang telah India diberikan kepada dunia,” kata presiden Mahabodhi Society Sri Lanka, Y.M. Bhikkhu Banagala Upatissa Nayaka Thera.

Di hari kedua, Kamis (19/3/2015), sebelum pertemuan berlangsung, Dalai Lama Ke-14 yang hadir pada hari itu sempat menyambut kedatangan Y.M. Bhikkhu Napana Premasiri Maha Thera yang merupakan Mahanayaka atau ketua dari Ramanna Nikaya, salah satu tradisi Theravada di Sri Lanka.

Pada pertemuan tersebut, Dalai Lama mengungkapkan keinginannya untuk menemukan cara untuk mendidik orang-orang awam tentang kenyataan bahwa sumber utama kebahagiaan ada di dalam diri kita, bahwa nilai-nilai batin merupakan sumber ketenangan pikiran. Selanjutnya Dalai Lama mengagungkan kebijaksanaan dasar dari Empat Kebenaran Arya dan bagaimana tradisi Sanskerta menjelaskan 16 karakteristik atau aspek dari Empat Kebenaran Arya tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Y.M. Bhikkhu Napana Premasiri Maha Thera yang merupakan sesepuh paling senior dalam pertemuan tersebut menyatakan persetujuannya mengenai kegiatan pertukaran pandangan ini dan menyarankan bahwa kualitas komunitas keviharaan akan dapat ditingkatkan jika pengakuan kesalahan dua kali sebulan dan pemurnian diri dilakukan secara yang lebih ketat.

“Kemarin kami membahas Vinaya sepanjang hari. Kami membandingkan tradisi Theravada dan Mulasarvastivada, yang masing-masing merupakan tradisi Vinaya Sri Lanka dan Tibet, dan tidak menemukan perbedaan yang signifikan di antara mereka,” kata juru bicara delegasi para bhikkhu dari Sri Lanka, menyimpulkannya secara garis besar seperti yang dilansir situs Dalai Lama.[Bhagavant, 22/3/15, Sum]

Kata kunci: , ,
Penulis: