Ekosistem » Thailand

“Vihara Harimau” Bersih dari Perlakukan Buruk Harimau

Jumat, 13 Februari 2015

Bhagavant.com,
Kanchanaburi, Thailand – Vihara Hutan Luang Ta Maha Bua Nannasampanno (Wat Pha Luang Ta Bua) di distrik Saiyok, Provinsi Kanchanaburi, dikenal luas dengan sebutan “Vihara Harimau” karena menampung dan memelihara harimau di dalam kompleks vihara tersebut. Namun beberapa tahun belakangan vihara ini diisukan memiliki masalah dengan perlakuan buruk terhadap hewan yang terancam punah tersebut serta adanya perdagangan satwa liar.

Seorang bhikkhu dan harimau di kompleks Vihara Hutan Luang Ta Maha Bua
Seorang bhikkhu dan harimau di kompleks Vihara Hutan Luang Ta Maha Bua. Foto: wikipedia.org

Pihak otoritas Thailand pada Kamis pekan lalu mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak ke Vihara Hutan Luang Ta Bua yang menampung lebih dari 100 harimau dan menyelidiki keberadaan jaringan yang diduga melakukan perdagangan satwa liar. Selain menyita kucing besar tersebut, pihak otoritas juga menyita 38 ekor burung enggang, salah satu jenis burung yang langka. Hal ini akan berlangsung hingga penyelidikan usai.

Dalam penyelidikan yang telah berlangsung pada Kamis (12/2/2015), sekitar 50 petugas dari departemen satwa liar dan kantor urusan agama setempat, bersama dengan tentara, melakukan pemeriksaan selama tiga jam di vihara tersebut. Mereka tidak menemukan perlakuan buruk atau penganiayaan terhadap lebih dari 100 harimau di vihara yang merupakan daya tarik wisata yang populer, meskipun tetap dikenakan tuduhan karena telah memiliki burung langka di sana.

“Harimau-harimau tersebut hidup dalam kondisi yang cukup sehat. Mereka dirawat dengan baik,” kata Cherdchai Jariyapanya, kepala kantor wilayah Departemen Taman Nasional, Konservasi Margasatwa dan Tanaman, seperti yang dilansir AP pada Kamis (12/2/2015) . “Mereka (harimau) telah memiliki keping mikro tertanam di dalamnya dan departemen telah diberitahu setiap kali ada anak harimau yang baru lahir.” Keping tersebut berisi informasi tentang silsilah dan riwayat medis hewan tersebut, dan juga digunakan untuk membantu memberantas perdagangan hewan ilegal.

Cherdchai mengatakan ia akan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut kepada direktur jenderal departemen, yang akan memutuskan apakah pemerintah akan turun tangan untuk mengurus harimau-harimau tersebut.

“Jika kami mendengar keluhan lagi, kami akan secara tegas mengikuti hukum dan mengirim petugas untuk mencari dan melakukan penahanan lagi,” katanya.

Pada tahun 1999 Vihara Hutan Luang Ta Bua menerima anak harimau pertama yang ditemukan oleh para warga, dan hingga Juli 2014 jumlah harimau di vihara tersebut menjadi 135 ekor. Kehidupan yang harmonis antara para bhikkhu dan harimau di Vihara Pa Luang Ta Bua menjadi taya tarik tersendiri bagi para wisatawan.[Bhagavant, 13/2/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: