Amerika Serikat

Obama: Dalai Lama Contoh Kuat Praktik Belas Kasih

Sabtu, 7 Februari 2015

Bhagavant.com,
Washington, Amerika Serikat – Presiden Amerika Serikat Barack Obama memberikan sambutan khusus dan pujian kepada Yang Mulia Dalai Lama XIV dalam acara Doa dan Sarapan Pagi Nasional (National Prayer Breakfast) yang diadakan di Washington D.C, Kamis (5/2/2015).

Dalai Lama XIV Lama beranjali saat diperkenalkan dalam acara doa dan sarapan pagi di Washington DC, AS, Kamis (5/2/2015). Foto: AFP

Mengawali pidatonya dalam acara tahunan tersebut, Obama menyampaikan sambutan khusus kepada Dalai Lama yang telah hadir dan menyebutnya sebagai seorang teman baik dan sebuah inspirasi untuk kebebasan.

“Saya ingin menyampaikan sebuah sambutan khusus untuk seorang teman baik, Yang Mulia Dalai Lama, yang merupakan sebuah contoh kuat mengenai apa artinya praktik belas kasih dan menginspirasi kita untuk menyuarakan kebebasan dan martabat bagi seluruh umat manusia,” kata Obama kepada sekitar 3.600 pemimpin agama dan politik dalam pertemuan itu.

“Saya merasa senang menyambutnya di Gedung Putih pada banyak kesempatan, dan kita bersyukur bahwa beliau bisa bergabung dengan kita di sini hari ini,” lanjut Obama.

Dalam kesempatan tersebut, walaupun Presiden Obama dan Dalai Lama tidak melakukan pertemuan secara dekat, tetapi mereka duduk tidak berjauhan dan saling menyapa dengan salam anjali.

Presiden AS Barack Obama memberikan salam anjali kepada Dalai Lama (tidak tampak) pada acara doa dan sarapan pagi di Washington DC, AS, Kamis (5/2/2015). Foto: AFP

Seperti sebelum-sebelumnya, pertemuan antara Dalai Lama dan pemimpin dan tokoh dunia lainnya dibayang-bayangi oleh protes dan kecaman dari pemerintah Tiongkok yang menganggap Dalai Lama sebagai separatis meskipun Dalai Lama hanya mengusahakan otonomi bagi Tibet bukan kemerdekaan memisahkan diri dari Tiongkok.

Pertemuan ini merupakan pertama kalinya Obama dan Dalai Lama terlihat bersama-sama di hadapan publik. Tiga pertemuan sebelumnya selalu dilakukan secara tertutup dan di luar Ruang Oval, demi menghindari protes dari Tiongkok.

National Prayer Breakfast sendiri merupakan sebuah acara berupa serangkaian pertemuan, makan siang, dan makan malam yang dirancang untuk menjadi forum bagi elit politik, sosial, dan bisnis untuk merakit dan membangun hubungan. Acara yang diadakan setiap Kamis pertama bulan Februari tersebut diselenggarakan oleh anggota Kongres Amerika Serikat dan The Fellowship Foundation, sebuah organisasi berbasis Kristiani.[Bhagavant, 7/2/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: