Malaysia

Polisi Tahan Pria Perusak Rupaka di Vihara Penang Malaysia

Senin, 5 Januari 2015

Bhagavant.com,
Penang, Malaysia – Seorang pria yang dipercaya telah merusak rupaka-rupaka Buddhis dan sarana puja bakti di Vihara Chanthraram (Wat Chanthraram) di Jalan Tanah Liat, Bukit Mertajam, Malaysia, telah ditangkap oleh polisi pada Minggu (4/1/2015).

Vandalisme di Vihara  Chanthraram (Wat Chanthraram) di Jalan Tanah Liat, Bukit Mertajam, Malaysia.
Vandalisme di Vihara Chanthraram (Wat Chanthraram) di Jalan Tanah Liat, Bukit Mertajam, Malaysia. Foto: bharian.com.my

Kepala Polisi Daerah Seberang Perai Tengah, ACP Rusli Mohd Noor, mengatakan pelaku berusia 29 tahun itu, ditangkap di rumahnya di Tasek Gelugor pada pukul 6 sore dan kini dijerat dengan Pasal 295 KUHP Malaysia.

Dilaporkan bahwa CCTV terdekat vihara tersebut merekam aksi vandalisme yang terjadi pada Jumat (2/1/2015). Seperti yang dilansir The Malaysian Insider, Minggu (4/1/2015), rekaman CCTV menunjukkan pelaku, yang mengenakan kopiah (songkok), tiba di Vihara Chanthraram dengan mengendarai sepeda motor dan berjalan-jalan dengan tenang sebelum merusak tiga rupaka dengan memukul dan mendorongnya ke tanah.

Rekaman kemudian menunjukkan pria tersebut menaiki sepeda motornya dan mengendarainya di seputar kompleks vihara, seolah-olah ia mengejek beberapa umat yang terkejut. Pada satu saat, ia nampak menuju mendekati beberapa umat seakan mencoba untuk mencaci mereka.

Pada Sabtu (3/1/2015) ketua komite vihara, Koh Kok Weng, yang mengajukan laporan kepada polisi mengenai kejadian tersebut, mengatakan kepada media bahwa vandalisme tersebut telah menyebabkan kerugian yang tak ternilai lantaran tiga rupaka tersebut berusia lebih dari 50 tahun.

Insiden yang merupakan pertama kalinya di vihara itu, membuat para umat kesal. Ia menambahkan bahwa komunitas vihara telah menikmati hubungan yang sehat dan harmonis dengan lingkungan, termasuk masjid tua di dekatnya.

Vihara tersebut terletak di sepanjang Jalan Tanah Liat, merupakan salah satu dari sekitar delapan vihara tradisi Thailand di Penang dan dikatakan terkenal di antara komunitas Thailand-Malaysia dan juga di Thailand.

Ketua Menteri Penang Lim Guan Eng mengatakan negara akan memberikan beberapa kompensasi finansial kepada vihara tersebut, yang ia sebut sebagai salah satu situs warisan negara.

Sementara itu, kepala polisi distrik Seberang Prai Utara ACP Abdul Rahman Ibrahim mengatakan polisi yakin tersangka juga terlibat dalam aksi vandalisme lain di sebuah vihara tradisi Thailand di Tasek Gelugor pada Sabtu (3/1/2015).

“Kami diberitahu sekitar 10.30 bahwa seseorang telah merusak para dewa di vihara di Kampung Pokok Machang. Dua jam kemudian, petugas kami berhasil melacak dan menahan tersangka di Tasek Gelugor.”

“Kami percaya ia bisa jadi orang yang sama, yang diduga melakukan vandalisme di vihara Thailand di Tanah Liat pada hari Jumat,” katanya kepada wartawan di markas Polres di Kepala Batas setelah mundurnya konvoi relawan dalam misi kemanusiaan untuk banjir yang menerpa Kelantan.

Ketika ditanya tentang kesehatan mental tersangka, Abdul Rahman mengatakan, polisi telah mengirimkan tersangka untuk evaluasi di rumah sakit jiwa Jalan Perak.[Bhagavant, 5/1/2015, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: