India

Sekitar 6.000 Orang OBC India Kembali ke Buddhisme

Selasa, 13 Januari 2015

Bhagavant.com,
Maharashtra, India – Sekitar 6.000 orang dari 1.500 keluarga yang mayoritas berasal dari Other Backward Classes (Kelas Terbelakang Lainnya – OBC) di negara bagian Maharashtra, India, telah mendaftarkan diri mereka pada Parisada OBC Satyashodhak untuk beralih keyakinan memeluk Agama Buddha (Buddhisme) pada Tahun Baru 2015.

Presiden Parisada OBC Satyashodhak, Hanumant Upre (tengah, angkat tangan di mobil) dalam unjuk rasa baru-baru ini. Foto: satyshodhakobc.org

Saat organisasi Hindu sayap kanan di India memberikan dorongan agresif untuk agenda “ghara vāpasī” (kembali ke rumah) mereka dalam upaya untuk membentuk sebuah “Hindu-rashtra” (negara Hindu) dengan mengalihyakinkan kaum Muslim dan Kristen menjadi Hindu, Parisada OBC Satyashodhak berupaya mengembalikan jati diri warga OBC kembali menjadi Buddhis.

Parisada OBC Satyashodhak yang berdiri tahun 2009 dan bertujuan untuk bekerja bagi keadilan, persamaan dan menentang sistem kasta Hindu, mengatakan bahwa warga OBC sejatinya adalah Buddhis.

“Sebelum kami mulai gerakan ‘ghara vāpasī’ di kalangan OBC, kami mencoba untuk mencari tahu asal-usul mereka. Kami menemukan bahwa OBC sebenarnya adalah Buddhis. Jadi, gerakan ini merupakan upaya untuk membawa mereka kembali ke agama asli mereka. Ini bukan mengalihyakinkan tetapi ‘ghara vāpasī‘,” kata Presiden Parisada OBC Satyashodhak, Hanumant Upre, seperti yang dilansir Firstpost India, pada Selasa (30/12/2014).

Upre menjelaskan bahwa telah terjadi pemaksaan terhadap kaum OBC untuk masuk ke Agama Hindu pada abad ke-19. “Kami dipaksa masuk Hindu di abad ke-19, namun sistem kasta selalu menganggap kami sebagai kaum sudra (kasta terendah dari empat kasta – red). Kehadiran pengaturan sosial tidak menghargai kami sebagaimana mestinya. Satu-satunya cara adalah keluar dari sistem,” katanya seperti yang dilansir The Hindu, Senin (29/12/2014).

“Kami tidak memaksa siapa pun. Kami hanya memberitahu mereka kebenaran dan menunjukkan akar mereka,” katanya. Beberapa keluarga dari kaum Brahmana, Maratha, Kristen dan Muslim juga datang untuk bergabung dengan mereka.

Masyarakat India secara turun-temurun telah dibentuk secara kuat oleh sistem kasta yang merujuk pada sistem varna (baca: warna) pada Veda yang diterapkan secara kaku. Hal ini sebagian besar mempengaruhi kehidupan kaum sudra, kaum yang paling banyak terampas hak-haknya dalam hampir segala hal sejak zaman dahulu. Demikian pula dengan kaum Dalit (orang yang tak boleh disentuh) yang dianggap lebih rendah status sosialnya dari sudra, telah ditolak hak-hak sosial mereka.[Bhagavant, 13/1/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN: