Misteri Penembakan dalam Vihara di Rossmore, Australia

Bhagavant.com,
Sydney, Australia – Sebuah peristiwa penembakan aneh terjadi di sebuah vihara di Rossmore, Sydney, Australia pada Rabu (29/10/2014) yang mengakibatkan dua orang terluka parah di kepala, satu di antaranya seorang bhikkhu dalam keadaan kritis.

Salah satu korban penembakan di Vihara Ketanak Khmer Kampuchea di Rossmore, Tha Kim (59) dikunjungi para bhikkhu.
Salah satu korban penembakan di Vihara Ketanak Khmer Kampuchea di Rossmore, Tha Kim (59) dikunjungi para bhikkhu. Foto: 7News video

Ketenangan di Vihara (Wat) Ketanak Khmer Kampuchea di Rossmore terusik saat dua anggotanya, pria berusia 29 dan 59 tahun terluka karena ditembak, satu di kening dan satunya di belakang telinga oleh pistol paku yang biasa digunakan dalam pertukangan.

Setelah mendapatkan laporan melalui telepon pada pukul 15.30 waktu setempat, polisi dan paramedis yang tiba di vihara yang berada di Jalan Wynyard dan menemukan dua orang pria yang terluka di kepala akibat pistol paku dan segera membawa mereka ke Rumah Sakit Liverpool, Sydney, dan segera dioperasi.

Dikabarkan oleh media setempat pria yang lebih muda yang dipercaya sebagai bhikkhu bernama Karuna Kim masih dalam kondisi koma dan krisis setelah paku berukuran 10 cm bersarang di kepalanya. Sedangkan pria lainnya yang merupakan petinggi pengurus vihara dengan jabatan “presiden” bernama Tha Kim mulai membaik dan memberikan sedikit keterangan menurut versinya kepada Vannara Kim, seorang pemimpin komunitas Buddhis di sana.

“Ia (Tha Kim) tiba-tiba mendengar sekejap pistol paku dan mendengar di mana bhikkhu tersebut menembak dirinya sendiri, setelah itu ia (bhikkhu) menangkapnya dan menembaknya,” kata Vannara Kim kepada 7News pada Kamis (31/10/2014).

Namun pihak kepolisian masih jauh dari yakin tentang siapa sebenarnya yang telah melakukan penembakan tersebut karena keterangan yang diberikan oleh salah satu korban tersebut terdengar janggal, satu korban lainnya masih koma dan tidak adanya saksi dalam peristiwa yang terjadi di sebuah kuti (pondok untuk bhikkhu) tersebut.

“Hal itu masih bagian dari penyelidikan kami dan saya tidak bisa mengungkapkannya pada saat ini,” kata Detektif James Johnson.

Ada banyak orang yang menyaksikan apa yang ada setelah peristiwa mengerikan tersebut terjadi.

“Presiden duduk di kursi dan saya melihat tanda di sini (belakang telinga) dan darah,” kata seorang saksi mata 7News.

Reporter 7News mengatakan bahwa para bhikkhu telah tinggal di vihara mereka di Rossmore selama 16 tahun, dan tidak pernah ada insiden kekerasan – bahkan tanpa-kekerasan adalah bagian penting dari agama Buddha.

Peristiwa yang aneh dan mengerikan pada hari Rabu tersebut serta ketidakpastian yang mengelilinginya telah meninggalkan trauma yang dalam bagi semua yang ada di sana.[Bhagavant, 2/11/14, Sum]

Rekomendasikan:
Australia