Ekosistem » India

Upaya Selamatkan Pohon Bodhi di Taman Rusa Sarnath

Minggu, 29 Juni 2014

Bhagavant.com,
Uttar Pradesh, India – Departemen kehutanan negara bagian Uttar Pradesh, India, telah meluncurkan sebuah misi penyelamatan terhadap pohon Bodhi yang berada di Vihara Mulagandhakuti, Sarnath, Varanasi (Benares), setelah salah satu cabangnya patah akibat badai yang terjadi dua pekan lalu.

Pohon Bodhi di Taman Rusa Isipatana, Sarnath, Varanasi (Benares), India, Tempat pertama kali Buddha Sakyamuni (Gotama) membabarkan khotbah pertamanya. Tampak lempengan granit bertuliskan isi Dhamma Chakka Pavattana Sutta dalam berbagai bahasa.
Pohon Bodhi di Taman Rusa Isipatana, Sarnath, Varanasi (Benares), India, tempat pertama kali Buddha Sakyamuni (Gotama) membabarkan khotbah pertamanya. Tampak lempengan granit bertuliskan isi Dhamma Chakka Pavattana Sutta dalam berbagai bahasa. Foto: wikimedia.org

“Pohon ini ditanam pada tanggal 12 November 1931, oleh pendiri Maha Bodhi Society of India, Devamitta Dhammapala (Anagarika Dharmapala), untuk menandai pembukaan Vihara Mulagandhakuti. Pohon ini merupakan keturunan dari pohon Bodhi asli Sri Lanka. Pekan lalu, salah satu cabangnya jatuh karena alasan alam. Hal ini dikhawatirkan oleh umat Buddha dan juga pemerhati lingkungan serta akademisi dan sebuah “Misi Selamatkan Pohon Bidhi” digagas untuk pengaerasian akar-akar pohon tersebut secara tepat yang akan memperkuat cabang-cabangnya,” kata CM Tripathi, petugas divisi hutan dari Divisi Perhutanan Sosial, Varanasi. Pengaerasian sendiri merupakan proses penambahan oksigen ke dalam sebuah materi, dalam hal ini akar pohon.

Ia menambahkan bahwa Sekretaris Bersama Maha Bodhi Society India, Y. M. Bhikkhu Sivali Thera, memutuskan untuk mencari pendapat ahli dari Dehradun untuk menyelamatkan pohon tersebut. Kemudian, tim ahli dari Institut Ilmu Pertanian Universitas Hindu Baranasi juga masuk dalam kerja sama ini. Proses pengujian tanah telah dimulai dan mengikuti semua tindakan ini, departemen kehutanan meluncurkan misi untuk menyelamatkan pohon tersebut.

“Pohon tersebut berusia sekitar 85 tahun. Cabang-cabangnya telah menjadi lebih berat dan beban pada cabang-cabangnya juga meningkat dengan daun-daun baru. Salah satu cabang utama yang kelebihan beban telah rusak saat badai menghantam daerah tersebut pekan lalu. Setelah kajian awal, telah diputuskan untuk menempatkan tangga bambu untuk mendukung cabang-cabang berat lainnya seperti yang telah dilakukan dengan banyak pohon Bodhi di Shravasti,” kata Tripathi seperti yang dilansir The Time of India pada Rabu (25/6/2014).

“Selain itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk aerasi yang tepat terhadap akar-akarnya. Untuk ini, lempengan batu yang saat ini menutupi akar telah disingkirkan. Tunas baru sedang diambil dari pohon ini untuk penanaman baru di kompleks yang sama,” tambah petugas kehutanan tersebut.

Pohon Bodhi (pohon Pipal atau Ficus religiosa) ini ditanam di belakang area utama di Vihara Mulagandhakuti di Sarnath. Diyakini bahwa di area utama itulah Sri Buddha membabarkan khotbah pertama-Nya setelah Pencerahan di bawah pohon Bodhi utama di Bodh Gaya. Pohon Bodhi ini dianggap sebagai keturunan dari pohon aslinya seperti halnya banyak pohon suci lainnya di India dan negara-negara lain yang awalnya ditumbuhkan dari benih yang dibawa dari pohon Bodhi di Bodh Gaya. Legenda mengatakan bahwa istri Kaisar Ashoka telah diam-diam memotong pohon tersebut karena ia menjadi cemburu terhadap pohon itu karena Ashoka menghabiskan lebih banyak waktu di sana. Tapi pohon itu tumbuh lagi dan kemudian dinding pelindung dibangun di sekitarnya.

Sebuah tunas dari pohon Bodhi yang asli dibawa ke Sri Lanka pada abad ke-3 SEU (Sebelum Era Umum / Masehi) oleh Bhikkhuni Sangamitta, putri dari Kaisar Ashoka, di mana Raja Sri Lanka Devanampiya Tissa, menanamnya di Vihara Mahavihara di Anuradhapura, Sri Lanka yang hingga sekarang masih tumbuh subur. Pohon Bodhi di Sarnath ditanam dari tunas pohon Sri Maha Bodhi dari Anuradhapura tersebut.

Dinding penahan sekitar pohon Bodhi dan rupaka Buddha Sakyamuni menyampaikan khotbah pertama-Nya kepada lima siswa pertama di Sarnath tersebut didirikan pada tahun 1989 dengan bantuan umat Buddhis Birma (Myanmar). Pada tahun 1999 kompleks pohon Bodhi tersebut diperluas dengan membuat ruang untuk meditasi dan ceramah Dhamma dengan 20 rupaka dari para Buddha pada masa lampau di sekitar pohon Bodhi di Tanam Rusa Isipatana, Sarnath. Sebuah lempengan granit bertuliskan isi Dhamma Chakka Pavattana Sutta, khotbah pertama Buddha Sakyamuni, juga didirikan di sana. Seluruh kompleks tersebut dinyatakan dibuka pada tanggal 17 Desember 1999, oleh Dalai Lama Ke-14, Tenzin Gyatso.[Bhagavant, 29/6/14, Sum]

Kata kunci:
Penulis: