Thailand

Thailand Luncurkan Telepon Aduan Perilaku Buruk Bhikkhu

Senin, 23 Juni 2014

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Lembaga Nasional Buddhisme (LNB) Thailand baru-baru ini meluncurkan sebuah “hotline” atau telepon aduan bagi masyarakat yang ingin melakukan pelaporan terhadap para bhikkhu yang berperilaku buruk.

hotline telepon aduan
Ilustrasi “Hotline”

Langkah ini diambil oleh lembaga tersebut setelah terjadi peristiwa skandal para bhikkhu yang menggunakan obat-obat terlarang dan minuman keras hingga kasus diberhentikannya lima orang bhikkhu dari kebhikkhuan atas dakwaan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki.

LNB mengatakan bahwa ide pengadaan hotline tersebut muncul setelah pemimpin kudeta Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha menyatakan keprihatinan tentang citra Buddhisme, yang diperkirakan dianut oleh 95% dari 67 juta penduduk Thailand.

“Kami telah menyiapkan hotline untuk menerima pengaduan dari masyarakat jika mereka melihat sesuatu yang membahayakan agama kita,” kata Napparat Benjawattananant, pejabat lembaga tersebut pada hari Rabu (18/6/2014) seperti yang dilansir AFP.

“Masyarakat dapat mengajukan keluhan jika mereka melihat para bhikkhu yang terlibat dalam hal-hal yang non-religius. Misalnya jika mereka melihat para bhikkhu palsu yang mengumpulkan sumbangan,” tambahnya. Lembaga tersebut mengatakan ada sekitar 270.000 bhikkhu di seluruh negeri yang dikenal dengan negeri gajah putih tersebut.

“Kami tidak memiliki cukup staf untuk memeriksa setiap bhikkhu, jadi kami perlu menggerakan masyarakat umum,” katanya, seraya menambahkan bahwa para pejabat lemabga tersebut akan mengambil tindakan segera setelah menerima pengaduan.

Skandal penyimpangan yang melibatkan para bhikkhu telah mencoreng citra viharawan dalam beberapa bulan terakhir.

September lalu, pihak berwenang telah menyita asset senilai hampir 470.000 pound sterling atau lebih kurang 9,5 milyar rupiah, termasuk Porsche dan Mercedes-Benz, dari seorang bhikkhu yang telah diberhentikan atas perjalanan kontroversial dalam jet pribadi dan yang juga dituduh menjadi ayah seorang anak dari seorang gadis di bawah umur yang terjadi satu dekade sebelumnya.

“Ada banyak kasus mengenai perilaku buruk yang terkait dengan para bhikkhu, jadi kami hanya ingin memperbaiki masalah ini,” kata juru bicara junta Thailand Werachon Sukondhapatipak.[Bhagavant, 23/6/14, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: