Jepang » Teknologi

Cetiya dengan Planetarium untuk Para Penggemar Sains

Dhamma and SainsBhagavant.com,
Tokyo, Jepang – Memadukan antara agama, khususnya agama Buddha dengan sains, kenapa tidak? Setidaknya ini yang dilakukan di sebuah cetiya di Jepang dengan menyediakan fasilitas sains berupa planetarium.

Pemandangan yang tidak biasa ditampilkan oleh Cetiya Shogan (Shōganji – Shouganji) yang berlokasi di Tateishi 7-11-30, Katsushika, Tokyo. Dengan memiliki keunikan tersendiri di antara tempat ibadah Buddhis lainnya di Tokyo, mungkin juga di dunia, cetiya tersebut menyediakan bangunan planetarium hingga patung dinosaurus Styracosaurus di lahannya.

Pada tahun 1989, sebuah observatorium dibangun di lahan Cetiya Shogan, diikuti dengan pembangunan sebuah planetarium pada tahun 1996 yang diberi nama “Gingaza” (银河 座) atau dalam bahasa Inggris disebut “Planetarium Theater Galaxy“.

Cetiya Shogan (kiri) dengan bangunan planetariumnya (kanan) di Katsushika, Tokyo, Jepang. Foto: gingaza.jp
Cetiya Shogan (kiri) dengan bangunan planetariumnya (kanan) di Katsushika, Tokyo, Jepang. Foto: gingaza.jp

Planetarium yang dibuka untuk masyarakat umum selama dua kali setiap bulan untuk pertunjukan memiliki kapasitas tempat duduk untuk dua puluh dua orang. Bangunan planetarium tersebut tidak berada di dalam bangunan utama cetiya tapi berupa bangunan terpisah di samping bangunan utama. Kedua bangunan tersebut terlihat cukup kontras.

Ornamen pesawat ulang-alik di salah satu sisi gedung planetarium Cetiya Shogan, Katsushika, Tokyo. Foto: .gingaza.jp
Ornamen pesawat ulang-alik di salah satu sisi gedung planetarium Cetiya Shogan, Katsushika, Tokyo. Foto: .gingaza.jp

Patung dinosaurus Styracosaurus di salah satu sudut halaman Cetiya Shogan, Katsushika, Tokyo. Foto: gingaza.jp
Patung dinosaurus Styracosaurus di salah satu sudut halaman Cetiya Shogan, Katsushika, Tokyo. Foto: gingaza.jp

Pribadi di balik keberadaan planetarium tersebut adalah Ryo Kasuga (62), kepala pandita di cetiya yang berafiliasi pada Buddhisme Jepang tradisi Jōdo Shinshū.

Pandita Ryo Kasuga yang merupakan kepala pandita generasi ke-17 cetiya itu telah lama tertarik dengan astronomi dan mengepalai planetarium tersebut. Ia memiliki karakter yang tidak biasa. Selain sebagai seorang pandita, ia juga merupakan seorang penanyi opera, astronom amatir, dan pesulap.

Planetarium digunakan oleh Pandita Kasuga sebagai sebuah alat untuk mengajarkan agama Buddha. Pada akhir pekan, hal pertama yang ia lakukan di Cetiya Shogan adalah melafalkan sebuah sutra di bangunan cetiya, dan kemudian membawa umat-umatnya ke planetarium di sebelah untuk menunjukkan sebuah program animasi mengenai sutra yang diakhiri dengan pertunjukkan bintang.

Ruang Planetarium Theater Galaxy di Cetiya Shogan, Katsushika, Tokyo, Jepang. Foto: gingaza.jp
Ruang Planetarium Theater Galaxy di Cetiya Shogan, Katsushika, Tokyo, Jepang. Foto: gingaza.jp

Pandita Kasuga telah melakukan sesi kebaktian yang unik ini sejak tahun 1996, hampir satu dekade setelah ia menggantikan ayahnya sebagai kepala pandita.

Bagi para penggemar planetarium, yang mungkin menjadi keunikan tersendiri dari ”Planetarium Theater Galaxy” yang berada di Cetiya Shogan adalah satu-satunya planetarium yang menggunakan Pentax Cosmostar No. 0, sebuah purwarupa sistem optik yang diperoleh dari Pentax, sebuah perusahaan Jepang yang mengkhususkan diri dalam bidang optik dan gambar.

Cetiya Shogan berdiri sejak tahun 1600 oleh salah satu keturunan Klan Uesugi di daerah Yushima, Edo (sekarang Tokyo). Selanjutnya dipindahkan ke Akakusa pada masa ”Kebakaran Besar di Edo” (1601 – 1867) dan kemudian setelah Gempa Bumi Kantō pada zaman Shōwa tahun 1923, dipindahkan ke tempatnya yang sekarang di Katsushika.[Bhagavant, 24/7/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN