Arkeologi » Nepal

Penemuan Peninggalan Buddhis di Devdaha, Nepal

Rabu, 29 Mei 2013

Seni dan Budaya BuddhisBhagavant.com,
Kathmandu, Nepal – Baru-baru ini para arkeolog Nepal telah menemukan artefak-artefak yang berasal dari era Buddhis saat penggalian di sebuah situs di Devdaha (Pali: Devadaha) di distrik Rupandehi yang berlokasi di 20 km dari tempat kelahiran Sang Buddha, Lumbini, di Nepal bagian barat daya.

Sebuah tim dari Departemen Arkeologi Nepal – Nepal’s Department of Archeology (DoA) memulai penggalian di area Devdaha sekitar dua tahun yang lalu setelah bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa daerah tersebut merupakan rumah keluarga pihak ibu dari Sang Buddha.

Seperti yang dilaporkan oleh AsiaOne, Sabtu (18/5), penggalian di Bhawanipur dimulai tiga minggu yang lalu (akhir April). Dinding, batu bata, gelang perak dan kayu, peralatan tanah liat, lampu mentega, dan batu merupakan beberapa hal yang ditemukan.

Prakash Darnal, petugas di departemen arkeologi, mengatakan bahwa penemuan peninggalan-peninggalan tersebut seperti sebuah pahatan Buddha, sebuah sumur, dan reruntuhan istana Siddhartha akan membantu membuktikan bahwa daerah tersebut berhubungan dengan Sang Buddha.

”Penelitian dan penggalian lebih lanjut diperlukan untuk menemukan bagian mana dari daerah tersebut yang merupakan rumah bagi keluarga pihak ibu dari Buddha Gotama,” katanya.

Ia mengatakan, dari 14 area yang terkait dengan Sang Buddha, hanya beberapa bagian dari Kanyamai, Bhawanipur dan Panditpur yang telah digali sejauh ini. ”Kami telah menemukan sisa-sisa peninggalan berasal dari abad ke-10, 11 dan 12,” katanya.

Sang Buddha dilahirkan pada tahun 623 Sebelum Era Umum – SEU (Sebelum Masehi), di daerah Lumbini, dibuktikan dengan prasasti pada Pilar Asoka yang dibangun oleh Kaisar Maurya Asoka, pada 249 SEU.

Meskipun benar Lumbini dilindungi sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, dan sebagai salah satu tempat tersuci dari salah satu agama besar di dunia, daerah di sekitar tempat kelahiran Sang Buddha tetap belum dieskplorasi dan dilindungi meskipun sangat penting bagi arkeologi maupun keagamaan.

Benda-benda yang ditemukan di Devdaha dikatakan telah dikirim ke departemen terkait untuk dipelajari. Mereka kemudian akan dikembalikan melalui sebuah lembaga bernama Lumbini Development Trust (LDT), kata seorang petugas.

Himal Upreti, seorang petugas arkeologi di LDT, mengatakan konsultasi mengenai apakah penemuan barang-barang antik tersebut akan dipajang di Museum Internasional Lumbini atau disimpan di Devdaha yang akan dilaksanakan bernsama dengan warga setempat.

Sementara itu warga setempat mengeluhkan bahwa situs penggalian tersebut sedang dirusak dan barang-barangnya sedang dicuri disebabkan karena kegagalan LDT untuk melindungi situs tersebut. LDT hanya memagari situs tersebut dengan kebel berduri.[Bhagavant, 29/5/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis: