Seremonial

Pimpinan Buddhis Korea Selatan Rayakan Vesak 2013

Rabu, 1 Mei 2013

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Dalam rangka merayakan Vesak atau peringatan kelahiran Sang Buddha tahun 2013 (2557 EB), para pemimpin Buddhis seluruh Korea Selatan berkumpul dan melakukan puja bakti untuk penyatuan kembali secara damai semenanjung Korea dengan tema: “Aspirasi Besar Nasional untuk Perdamaian dan Harmoni Semenanjung Korea“.

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye (kanan), dan Y. M. Bhiksu Jaseung (tengah), mempersembahkan lentera lotus.
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye (kanan), dan Y. M. Bhiksu Jaseung (tengah), mempersembahkan lentera lotus. Foto: koreanbuddhism.net

Upacara khusus tersebut telah diadakan pada 15 April 2013 yang lalu pada pukul 17.00 waktu setempat di Hotel Sheraton Grande Walkerhill dengan didahului persembahan lentera lotus oleh Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, dan Y. M. Bhiksu Jaseung, Ketua Ordo Jogye Buddhisme Korea.

Delegasi dari berbagai komunitas Buddhis Korea dan para diplomat internasional mempersembahkan 6 benda berharga, Ketua Ordo Taego Buddhisme Korea memberikan pidato resmi pembuka upacara, dan Ketua Ordo Jingak Buddhisme Korea membacakan sebuah sutra, seperti yang dilaporkan oleh situs Ordo Jogye Buddhisme Korea dalam ruang persnya Kamis (18/4).

Kemudian, Y. M. Bhiksu Jaseung dan Presiden Park masing-masing menyampaikan pesan dan sebuah ucapan selamat. Dilanjutkan dengan persembahan suara (nadha aradhana) oleh Y. M. Bhiksu Donghee, dan diakhiri dengan pembacaan aspirasi oleh Ketua Ordo Cheontae.

Bhiksu Jaseung dalam pesannya menyampaikan, “perdamaian dan Harmoni di Semenanjung Korea dapat dicapai hanya dengan kekuatan kehendak dan motivasi kita. Sangatlah penting untuk menjaga otonomi, perdamaian dan persatuan nasional sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian Selatan-Utara.”

Ketua Ordo Jogye tersebut juga menambahkan bahwa aset budaya Korea terkait erat dengan kekuatan dan pertumbuhan ekonomi bangsa, dan masyarakat Korea perlu menerima dan menghormati perbedaan ideologi dan eksistensi termasuk perbedaan agama.

Presiden Park yang merupakan presiden wanita pertama Korea Selatan tersebut mengatakan, ”Berdasarkan sejarah, Buddhisme Korea muncul untuk mempertahankan bangsa dalam masa-masa kita yang paling sulit. Biarkan semangat nasional Buddhis lahir kembali dalam rangka membantu mempertahankan negara ini.”

Presiden Park menambahkan, ”Kita berharap menciptakan sebuah bangsa yang penuh sukacita dan kebahagiaan, di mana semua harapan dan impian para warga menjadi kenyataan. Agar aspirasi ini menjadi kenyataan, nilai-nilai budaya dan spiritual bangsa kita harus berkembang. Warisan Buddhis kita, seperti Festival Lentera Lotus, Tripitaka Koreana, Makanan Vihara, dan program-program Singgah di Vihara (templestay) merupakan harta besar bagi Korea. Oleh karena itu, perwakilan budaya Korea ini harus dikelola secara sistematis dan dipromosikan secara global. Kami meminta komunitas Buddhis untuk memimpin langsung misi penting ini.”

Acara perayaan Vesak tersebut juga menampilkan berbagai aktrasi budaya, mempertunjukkan film kegiatan Festival Lentera Lotus dan juga paduan suara anak-anak. Acara diakhiri dengan makan malam bersama yang juga dihadiri oleh Presiden Park Geun-hye.

Di Korea Selatan, Vesak pada tahun ini akan diperingati pada 17 Mei 2013 penanggalan kalender umum atau tanggal 8 bulan 4 penanggalan kalender lunar.[Bhagavant, 1/5/13, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: