Sri Lanka

Buddhis Sri Lanka Protes Sebuah Masjid

Selasa, 24 April 2012

Buddhisme di Sri LankaBhagavant.com,
Dambulla, Sri Lanka – Sebuah masjid di kota Dambulla yang berdiri melanggar daerah yang ditetapkan sebagai kawasan suci Buddhis mendapatkan protes dari sekitar 2000 orang termasuk 300 bhikkhu, Jumat 20/4.

Protes tersebut terjadi setelah pemimpin Buddhis terkemuka di Sri Lanka menyalahkan pihak berwenang karena diklaim telah menjual tanah di dalam kawasan suci Buddhis di Dambulla kepada non-Buddhis.

Protes tersebut juga tidak ditujukan hanya kepada sebuah masjid semata tetapi juga sebuah kuil Hindu yang juga berada di kawasan yang diatur dalam peraturan pemerintah tahun 1982 sebagai kawasan suci Buddhis.

Seperti yang dilaporkan oleh The Associated Press, Bhikkhu Akmeemana Dayarathana Thera, mengatakan bahwa masjid dan kuil Hindu tersebut adalah bangunan ilegal yang berada di dalam sebuah kawasan Buddhis dan perlu dibongkar.

Namun para umat masjid tersebut mengklaim bahwa masjid tersebut legal dan sudah ada beberapa puluh tahun.

Sedangkan pihak pemerintah membantah tuduhan telah menjual tanah di kawasan suci yang di dalamnya terdapat kompleks vihara gua, Vihara Emas Dambulla, salah satu situs Buddhis yang dibangun sekitar abad ke-1 dan diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Setelah terjadi aksi protes tersebut, Minggu 22/4, atas nama pemerintah Sri Lanka, Perdana Menteri DM Jayaratne memutuskan untuk memindahkan masjid tersebut dari kawasan suci Buddhis ke tempat yang sesuai dengan masyarakat sekitarnya, seperti yang dilaporkan oleh BBC.

Jayaratne juga menggambarkan situasi yang terjadi bahwa masjid tersebut dalam tahap pembangunan dan masyarakat Buddhis setempat melaporkan masjid yang tadinya memiliki banguan yang kecil namun sekarang sedang diperluas secara ilegal.

Buddhisme adalah agama mayoritas di Sri Lanka. Buddhisme masuk dan disebarkan pertama kali di Sri Lanka pada tahun 246 SEU (Sebelum Era Umum / SM) oleh Arahant Mahinda. Berdasarkan sensus 2001, sekitar 70% masyarakat Sri Lanka beragama Buddha, sekitar 15 % beragama Hindu, 7,5% beragama Kristiani, dan 7,5% beragama Islam.

Agama Islam masuk ke Sri Lanka melalui perdagangan oleh bangsa Arab pada abad ke-15. Dewasa ini, mayoritas umat Muslim di Sri Lanka berasal dari keturunan Arab Moor dan Melayu.[Bhagavant, 24/4/12, Sum]

Kata kunci:
Penulis: