Amerika Serikat » Meditasi

David Duchovny Berlatih Meditasi Buddhis

Minggu, 18 Desember 2011

Buddhisme di Amerika SerikatBhagavant.com,
New York, Amerika Serikat – Aktor David Duchovny yang penah memerankan tokoh seorang agen khusus FBI, Fox Mulder, dalam serial TV The X-Files, dikabarkan baru-baru ini menghabiskan akhir pekannya dengan mengikuti latihan meditasi Buddhis di sebuah vihara Buddhisme tradisi Zen.

Seperti yang dikutip Bhagavant.com dari Contactmusic (14/12), Duchovny yang juga bintang dari film Californication (2007) dan The Joneses (2009) tersebut, untuk beberapa hari mengunjungi kawasan pedesaan di negara bagian New York untuk bergabung mengikuti program retret sebuah vihara yang bertujuan untuk membantu menemukan kedamaian batin melalui meditasi.

Namun sebagai pemula, Duchovny nampaknya belum terbiasa dengan program retret tersebut dan terkejut karena tidak seperti yang ia bayangkan sebelum ia datang. Ia mengakui bahwa saat tinggal di vihara tersebut ia merasa tidak santai seperti yang ia pikirakan sebelumnya karena ia ditempatkan untuk bekerja segera setelah kedatangannya di sana.

“Saya hanya ingin pergi retret ke sebuah vihara zen di pedesaan New York. Retret jenis Buddhisme dan meditasi yang merupakan bagian besar dari vihara tersebut,“ katanya.

“Saya seorang pemula, saya hanya bermeditasi untuk beberapa saat. Anda membayar untuk pergi (retret) pada pekan ini dan apa yang saya tidak ketahui adalah meskipun anda membayar mereka langsung menempatkan anda untuk bekerja. Anda pergi ke sana dan pertama anda membersihkan beberapa meja setelah anda makan dan mereka mengharuskan saya bekerja di taman setiap hari selama satu jam setengah. Itu menyenangkan, saya menyekop kotoran kuda. Anda membayar uang dan kemudian menyekop kotoran kuda,” kata Duchovny mengisahkan.

Duchovny juga mengisahkan bagaimana ia menyadari dirinya berjuang untuk mematuhi peraturan meditasi yang ketat yang melarangnya untuk bergerak saat sesi meditasi, dan ia segera menemukan sebuah cara untuk “curang” meskipun muncul dengan sebuah harga yang menyakitkan.

“Anda bermeditasi cukup lama, 45 menit mungkin tiga atau empat kali sehari dan vihara itu adalah jenis vihara yang ketat, mereka tidak ingin anda bergerak sama sekali saat anda bermeditasi. Anda duduk bersilang kaki atau duduk dengan tumit anda. Kaki anda menjadi mati rasa,” jelasnya.

“Tapi saya menemukan cara untuk curang dan bergerak. Ada seorang pria yang berjalan berkeliling dengan sebuah tongkat* dan ia memukul-mukulnya dan anda dapat memintanya untuk memukul anda di bahu dengan tongkat tersebut dan berharap pukulan tersebut mengenai titik tekanan dan meringankan sedikit ketegangan, jadi saya, saat ia berjalan mendekat, anda harus membungkuk. Ini berarti, ‘Silahkan pukul saya’. Saya mendengar dia di sekitar dan mendengar dia memukul orang dan saat ia datang saya akan bisa untuk sedikit mengatur posisi, itu saja yang saya pikirkan (karena) saya begitu tidak nyaman. Jadi saat ia datang saya (membungkuk) dan ia memukul saya sekali di sini (bahu kanan) and ia memukul saya di sini (bahu kiri) dan kemudian anda melakukan ini (membungkuk) yang berarti, ‘Terima kasih untuk memukul saya’, jadi saya dapat mengatur posisi saya.” papar Duchovny.

Meskipun David Duchovny tidak sepenuhnya yakin apakah perjalanannya mengikuti retret meditasi tersebut dapat membantu seperti yang ia bayangkan, namun ia menegaskan bahwa ia ingin kembali ke vihara tersebut di lain waktu.

“Saya seorang pencari, seorang pencari kebijaksanaan. Saya tidak tahu apakah hal tersebut membantu. Sulit untuk mengatakan bagaimana hal tersebut masuk ke dalam kehidupan anda tapi saya merasakannya,” tambahnya.

“Saya akan kembali. Di sana ada orang yang berada di sana untuk tiga bulan, enam bulan, orang-orang yang menghabiskan hidup mereka di sana.”

Dalam Buddhisme tradisi Zen terdapat kegiatan yang bagi seorang pemula dianggap sebagai sesuatu yang tidak diharapkan seperti membersihkan meja dan menyekop kotoran hewan seperti yang dilakukan oleh David Duchovny. Namun pada dasarnya kegiatan tersebut adalah bagian dari latihan dimana tradisi Zen memegang prinsip bahwa latihan meditasi tidak hanya bisa dilakukan di vihara dengan duduk dan diam, namun juga dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Seseorang dapat melatih konsentrasi dengan mencuci piring.[Bhagavant, 18/12/11, Sum]

*Keisaku, merupakan sebuah tongkat atau bilah kayu datar yang digunakan selama periode meditasi dalam Buddhisme tradisi Zen untuk memulihkan rasa kantuk atau konsentrasi yang menyimpang. Digunakan dengan cara membenturkannya beberapa kali pada punggung dan bahu meditator di daerah otot antara tulang belikat dan tulang punggung.

Kata kunci:
Penulis: