Asia Oseania » Indonesia » Seremonial » Taiwan

Tzu Chi Indonesia & Taiwan Rayakan Waisak 2011

Selasa, 10 Mei 2011

Yayasan Buddha Tzu ChiBhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Minggu 8 Mei 2011, pukul 06.30 pagi, para insan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkumpul di Aula Jing Si yang terletak di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Mereka melakukan persiapan terakhir untuk 3 acara besar yang tiap tahunnya dirayakan oleh insan Tzu Chi, yaitu perayaan Waisak, Hari Tzu Chi Ke-45, dan Hari Ibu Internasional yang jatuh pada hari kemarin.

Seperti yang dilansir situs Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, persiapan untuk tiga perayaan besar ini telah disiapkan oleh para relawan sejak satu minggu sebelumnya. Mulai dari melakukan survei lokasi, mempersiapkan denah dan peralatan yang dibutuhkan sampai mendekorasi tempat diselenggarakannya acara hingga mengikuti gladi resik yang diadakan pada tanggal 4, 6, dan 7 Mei 2011.

Gedung Aula Jing Si lantai 4 kali ini menjadi tempat untuk prosesi perayaan Waisak dan lantai 2 sebagai tempat diselenggarakannya pameran poster 4 misi dan 8 jejak langkah Tzu Chi.

Peringatan ini sendiri bersifat lintas agama dan dapat diikuti oleh umat dari beragam agama, dengan demikian tidak hanya para relawan Tzu Chi saja yang hadir, tetapi juga para donator, tamu undangan dan masyarakat umum.

Acara dimulai dengan prosesi Waisak dimana para partisipan melakukan formasi baris yang kemudian dilanjutkan dengan pameran poster 4 misi dan 8 Jejak langkah Tzu Chi yang memperkenalkan apa yang telah dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi, bukan hanya di Indonesia saja tetapi juga di berbagai penjuru dunia. Tujuan dari pameran ini adalah agar semakin banyak orang yang mengetahui apa yang telah dilakukan Tzu Chi dan mengajak serta setiap orang untuk ikut bersumbangsih.

Dalam acara ini juga terdapat pameran dari Jing Si Books and Café yang diisi dengan beragam diskon untuk beberapa produk, seperti buku, makanan, dan CD lagu. Semua produk yang dijual oleh Jing Si Books and Café adalah hasil karya Master Cheng Yen dan murid– muridnya.

Selain itu juga ada pameran dari DAAI TV berupa penjualan tas ramah lingkungan DAAI TV dan DVD drama kisah nyata yang telah diputar di DAAI TV.

Pada hari yang sama, Yayasan Buddha Tzu Chi Taiwan juga mengadakan perayaan Waisak 2011, Hari Ibu dan Hari Tzu Chi di Chiang Kai-shek Memorial Hall, Taipei, Taiwan.

Perayaan yang diselenggarakan bersama dengan Yayasan Fo Guang Shan tersebut diikuti oleh sekitar tiga juta orang yang terdiri dari pejabat pemerintahan, militer, politisi, para bhiksu dan bhikkhuni serta umat.

Wakil Presiden Taiwan, Vincent Siew, yang menghadiri acara atas nama Presiden Ma Ying-jeou yang tidak bisa hadir, mengatakan bahwa momen perayaan tiga hal tersebut memiliki arti yang mendalam karena menghormati kebajikan Sang Buddha dan mengakui pengabdian para ibu.

Pada kesempatan itu pendiri Yayasan Fo Guang Shan, Y.M. Master Hsing Yun memimpin umat dalam ritual pemandian rupang bayi Siddhartha.

Master Hsing Yun mengatakan bahwa orang memandikan rupang pada saat ini merupakan simbol membersihkan kotoran kemarahan dan kebencian dari pikiran mereka. Beliau juga mengatakan bahwa Sang Buddha adalah seorang manusia, bukanlah tuhan karena tuhan memiliki emosi.

“Tuhan memberikan hukuman dan imbalan, tapi seorang Buddha tidak melakukan hal itu,” demikian kata beliau.

Apa yang diberikan seorang ibu kepada anaknya adalah belas kasih, kebijaksanaan, toleransi, kemurahan hati, dan kemampuan untuk disiplin dan membimbing diri sendiri. Selama seseorang dapat menemukan harta tersebut, maka orang tersebut dapat membuat dirinya menjadi yang terbaik, demikian tambah beliau.[Bhagavant, 10/5/11, Sum]

Kata kunci: , , ,
Penulis: