Arkeologi » Asia Oseania » Asia Selatan » Pakistan » Seni dan Budaya

Situs Buddhis Lainnya Ditemukan di Islamabad

Jumat, 25 Februari 2011

Seni dan Budaya BuddhisThe Express Tribune,
Islamabad, Pakistan – Warisan budaya di Pakistan kurang diperdulikan. “Di Eropa kekayaan seperti itu akan menyokong seluruh perindustrian,” tulis Alice Albania, dalam bukunya “Empires of the Indus, the story of a river” (Kerajaan Indus, kisah sebuah sungai – red). Tetapi di sini, di Pakistan kasusnya sangatlah berbeda. Kerusakan dan hilangnya warisan budaya di setiap sudut dan pelosok negeri ini terus berlanjut. Ada banyak situs-situs di sekitar ibu kota yang juga telah dirusak atau pun hilang karena kelalaian.

“Tidak ada pendokumentasian yang layak yang telah dilakukan di ibu kota. Para ahli dan peneliti telah melakukan survei dan mendokumentasikan situs-situs di wilayah lain di negara ini tetapi tidak di Islamabad,” kata Prof. Ashraf Khan, Kepala Institusi Peradaban Asia Taxila (TIAC) mengkonfirmasikan. Almarhum Prof. Ahmed Hassan Dani merupakan arkeolog pertama yang mendokumentasikan gua-gua Buddhis Shah Allah Ditta dan Loi Dandi di Bari Imam.

Selama kunjungannya baru-baru ini di sekitar Islamabad, penulis tersebut secara tidak sengaja menemukan sisa-sisa sebuah situs Buddhis di Sektor G-12 di Islamabad. Terdapat gundukan tanah setinggi 10 kaki yang memungkinkan dulunya merupakan sebuah stupa karena pecahan gerabah yang ditemukan pada gundukan tersebut berasal dari periode Buddhis. Sisa-sisa peninggalan Buddhis terdapat pada jalur kuno yang mengarah ke Taxila. “Ada banyak sisa-sisa peninggalan lainnya pada jalur kuno tersebut namun sayangnya kebanyakan telah menjadi korban kegiatan pembangunan,” kata Ilyas Muhammad, seorang pensiunan guru sekolah dasar Meharabad di Islamabad.

Situs-situs Buddhis tersebut umumnya dirusak. “Pemburu harta telah menggali bagian atas dan sisi dari stupa dengan harapan menemukan harta,” tegas Banaras Awan yang tinggal tepat di seberang peninggalan-peninggalan Buddhis tersebut. Penduduk lain dari Meharabad (yang tidak ingin disebut namanya), mengatakan bahwa beberapa artefak telah ditemukan di atas gundukan tanah tersebut.

Ada banyak peninggalan Buddhis di dalam dan di sekitar Islamabad. Manikyala Tope dekat kota Rawat, gua-gua Buddhis di Shah Allah Ditta, biara-biara di Taxila dan stupa-stupa serta penemuan baru-baru ini di Meharabad atau G-12 adalah beberapa di antaranya.

Saat ini peninggalan-peninggalan Buddhis di Meharabad tersebut terletak di tengah-tengah ladang pertanian. Sebagian besar daerah tersebut telah ditanami. Gerabah-gerabah tersebut tersebar tidak hanya pada gundukan tanah tersebut tetapi juga pada ladang pertanian. Beberapa pecahan periuk masak juga ditemukan di permukaan, Di sisi-sisi dan atas stupa telah dirusak dan dinding batu stupa tersebut terbuka dan terisi reruntuhan puing dan telah terpampang ke luar.

Pihak berwenang perlu melakukan ekskavasi (penggalian) pada situs tersebut dan menyelamatkan artefak- artefak yang terkubur tersebut dari penjarahan lebih lanjut. Pihak berwenang juga harus memasang pagas di sekitar gundukan tanah tersebut untuk menyelamatkannya dari perambahan lebih lanjut. Jika tindakan tepat waktu tidak segera diambil, kemungkinan sisa-sisa bagian dari situs tersebut juga akan dijadikan tempat pertanian oleh penduduk Meharabad (G-12) setempat.
———–
Penulis adalah Antropolog Peneliti di Institusi Perkembangan Ekonomi Pakistan (PIDE), Islamabad.[The Express Tribune, Z.A.Kalhoro, 18/2, tr: Sum]

Kata kunci: , ,
Penulis: