Asia Oseania » Asia Timur » Jepang » Sains » Seni dan Budaya » Teknologi » Tradisi dan Budaya

Vihara Pajang Rupang Buddhis 3D Pakai iPad

Rabu, 1 Desember 2010

Buddhisme di JepangBhagavant.com,
Kyoto, Jepang – Sebuah instalasi berupa tablet-tablet iPad yang di dalamnya memperlihatkan karya seni patung bersejarah dalam bentuk 3 Dimensi (3D), diperlihatkan kepada umum di Vihara Byodo-in di kota Uji, Kyoto Jepang, pada 22/11.

Lima buah iPad telah terpasang di sebuah ruangan museum di vihara yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan berusia hampir 1.000 tahun itu guna memperlihatkan serangkaian gambaran dari lima karya seni patung Buddhis bersejarah dalam bentuk 3D.

Kelima karya seni tersebut merupakan bagian dari koleksi 52 patung kayu yang berjudul Bosatsu on Clouds (Para Bodhisattva di Awan – red), yang masing-masing berukuran tinggi 25 inci, dan dibuat pada tahun 1053 serta telah dinyatakan sebagai Harta Nasional oleh pemerintah Jepang.

Display Rupang Buddhis 3D dengan iPad
Vihara Display Rupang Buddhis 3D dengan iPad. Foto: KYODO PHOTO, Japan Times

Seperti yang dilaporkan oleh The Japan Times (26/11), sebuah pemindai (scanner) laser digunakan untuk mengambil gambar dari kelima karya seni kuno tersebut dari depan, belakang, dan samping agar memungkinkan para pengunjung dapat melihat dan menilai kerumitan dari pengerjaan karya seni tersebut dari berbagai sudut.

Hasil akhir dari proses pemindai tersebut tergambar dalam tablet-tablet iPad. Memperlihatkan karya patung kayu kuno yang sekarang sudah memudar yang berasal dari masa kejayaan di abad ke-11, kaya dengan warna dan tanpa cacat dalam bentuk.

Ke-52 Bosatsu on Clouds (Jepang: Unchuu Kuyou Bosatsu) yang asli juga berada di vihara tersebut, di Aula Amida (Amitabha), mengelilingi rupang Buddha Amitabha yang duduk di atas lotus. Namun karena rupang-rupang ke-52 Bosatsu on Clouds tersebut terletak di tempat yang tinggi maka para pengunjung tidak bisa melihat dengan baik.

Karya patung tersebut diyakini diciptakan oleh Jacho, seorang seniman ternama dan master patung keagamaan pada abad ke-11 yang secara luas dihargai sebagai yang mendefinisi ulang kesenian Buddhis di Jepang.

Kehadiran iPad dalam sebuah vihara tua bersejarah mungkin merupakan sebuah efek samping dari status Jepang sebagai sebuah negara yang terkenal baik dari dalam hal kemodernan teknologi tinggi dan kekayaan warisan budayanya.[Sum]

Kata kunci: , , , ,
Penulis: