Sains

Ada Supermoon Terbesar Tahun Ini di Hari Raya Magha Puja 2562 EB

Sabtu, 16 Februari 2019

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Peringatan Hari Raya Magha Puja 2562 EB akan disemarakkan dengan kehadiran supermoon atau Bulan super pada Selasa (19/2/2019).

Supermoon atau Bulan super merupakan Bulan Purnama atau Bulan baru yang nampak lebih besar dari biasanya karena jaraknya yang lebih dekat dengan bumi daripada biasanya.

Supermoon yang akan muncul untuk kedua kalinya (sebelumnya 21 Januari 2019) merupakan supermoon terbesar tahun ini.

Bulan akan berada pada jarak terdekatnya dengan perigee (titik terdekat bulan ke Bumi dalam orbit bulanannya) yakni 356.761 kilometer.

Thomas Djamaluddin, Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan pengamatan supermoon juga bisa dilakukan dari Indonesia. Seperti yang dilansir CNN Indonesia, Kamis (14/2/2019), Thomas menegaskan pengamatan terhadap supermoon bisa dilakukan sepanjang malam, dari matahari terbenam hingga matahari terbit.

“Supermoon itu seperti Pulan Burnama, dapat dilihat di seluruh dunia termasuk Indonesia,” katanya.

Menurut Thomas Bulan Purnama yang akan terlihat lebih besar jika diamati menggunakan teropong. Dengan kata lain, jika melihatnya dengan mata telanjang maka tidak terlihat jelas ukurannya lebih besar.

“Ukuran bulan yang terlihat akan lebih besar, tetapi tidak akan nampak kecuali menggunakan teropong terlebih jika membandingkannya dengan foto bulan rata-rata,” jelasnya.

Kehadiran supermoon yang merupakan Bulan Purnama menjadi salah satu fenomena langit yang unik dalam perayaan Hari Raya Magha Puja 2562 EB.

Bagi umat Buddhis, Hari Raya Magha Puja merupakan hari memperingati 4 peristiwa istimewa yang terjadi dalam satu hari di bulan Magha (penanggalan India kuno). Peristiwa istimewa tersebut yaitu: berkumpulnya 1.250 Arahant tanpa diundang untuk menghormati Sri Buddha, para Arahant tersebut merupakan para bhikkhu yang ditahbiskan sendiri oleh Sri Buddha, pembabaran Nasihat Menuju Pembebasan (Pali: Ovāda Pāṭimokkha) oleh Sri Buddha, dan terjadi pada Bulan Purnama.

Selain 4 peristiwa istimewa tersebut, hari Bulan Purnama di bulan Magha juga dikenang sebagai momen saat Sri Buddha memutuskan untuk parinibbana tiga bulan kemudian, tepat hari Bulan Purnama di bulan Vesak.[Bhagavant, 16/2/19, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: