Asia Oseania » Asia Tenggara » Indonesia » Seremonial

Peresmian Replika Stupa Shwedagon di Medan

Rabu, 3 November 2010

Bhagavant.com,
Medan, Indonesia – Sebuah replika stupa atau pagoda Shwedagon asal Birma diresmikan di Sumatera Utara pada 30 – 31 Oktober 2010 dalam sebuah upacara pemberkahan yang dihadiri oleh ribuan bhikkhu dan bhiksu dari seluruh Asia dan Amerika serta Menteri Agama RI, Suryadharma Ali.

Replika Stupa Shwedagon, Foto oleh: sauchi88
Replika Stupa Shwedagon, Foto oleh: sauchi88

Replika Stupa Shwedagon tersebut di bangun di sebuah tanah seluas 3 hektar di Taman Alam Lumbini, Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo, dekat di wilayah Daerah Tujuan Wisata Berastagi, 50 kilometer dari Medan, Sumatera Utara.

“Sumber aspirasi untuk melakukan karya inovatif dan sumber integrasi bagi setiap aktivitas manusia dalam berbagai kehidupan,” kata Mentri agama dalam sambutannya pada peresmian stupa berwarna emas yang memiliki panjang 69 meter dan tinggi 46,8 meter tersebut.

Di dalam replika Stupa Shwedagon yang merupakan replika stupa / pagoda tertinggi kedua di antara replika sejenis yang berada di luar negara Birma dan tertinggi di Indonesia tersebut, terdapat 108 relik suci, 2.598 rupang Buddha, 30 rupang Arahat, dan objek-objek suci lainnya.

Dalam sambutannya, Panitia Pemberkahan Replika Pagoda Shwedagon, Maha Saddhamajotika Dhaja, Tongariodjo Angkasa SE MBA MM, mengatakan bahwa tujuan upacara pemberkahan ini adalah untuk mensakralkan bangunan replika stupa Shwedagon tersebut. Mengenang kembali peristiwa penting pada zaman Buddha Gotama yang membabarkan Dhamma kepada 1.250 Bhikkhu di hutan bambu, Veluvana. Meningkatkan dan membina kerukunan antar umat dan anggota Sangha dari berbagai negara.

Seperti yang dikutip Bhagavant.com dari Starberita, mereka yang juga hadir dalam kesempatan tersebut dan memberikan sambutan antara lain: Dr. Bhaddanta Kumarabhivamsa, Ketua Komite Sangha Maha Nayaka Birma. Dr. Ashin Nyanissara, pimpinan Akademik Sitagu International Buddhist Academy, Birma. Abhidharja Maha Ratthaguru, Abhidhaja Agga Maha Saddhammajotika, Sangharaja Birma. Somdet Phra Nyanasamvara, Sangharaja Thailand. Yang Mulia Agga Maha Pandita Prof. Dr. Satyapala, Sangharaja India. Yang Mulia Weweldeniye Medhalankara Mahanayake Maha Thera Sasanawardhana Piriven Maha Viharaya, Sri Lanka. Yang Mulia Agga Maha Pandita Davvuldena Gnanissara Maha Thera Sangharaja Amarapura Nikaya, Tibbatuwawe Sri Siddhartha Sumangala Thera, pemimpin Vihara Malwatta, Sri Lanka. Samdech Tep Vong, Sangharaja Kerajaan Kamboja. Yang Mulia Maha Phong Samaleuk, Presiden Lao Buddhist Fellowship Organization, Laos. Thura U Myint Maung, Menteri Agama Departemen Keagamaan Birma. U Nyan Lynn, Duta Besar Birma untuk Indonesia. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Drs. Budi Setiawan MSc. Henepola Gunaratana, Presiden Bhavana Society, Amerika Serikat. Jaseung, Presiden Jogye Order dari Buddhisme Korea serta sambutan lainnya dari perwakilan ke-20 negara yang hadir.

Para Bhikkhu Sangha dan Replika Stupa Shwedagon
Para Bhikkhu Sangha dan Replika Stupa Shwedagon, Foto oleh: sauchi88

Dalam rangakaian acara peresmian replika Stupa Shwedagon tersebut juga diadakan sebuah diskusi Dhamma yang diikuti oleh para anggota bhikkhu sangha yang berasal dari 20 lebih negara dan dari berbagai tradisi Buddhis, serta dihadiri juga oleh para pemimpin sangha termasuk para Sangharaja dari negara-negara Buddhis dan perwakilannya.

Para anggota bhikku sangha yang menghadiri upacara peresmian tersebut berjumlah lebih dari 1.250 orang, terdiri dari hampir 100 orang bhikkhu dari Indonesia, 650 bhikkhu dari Birma (Myanmar), dan 400 bhikkhu dari Thailand, serta juga dari negara-negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Kamboja, Vietnam, Laos, Sri Lanka, India, Bangladesh, Tibet, China, Korea, Jepang, Taiwan, Jamaika, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Replika Stupa Shwedagon yang terdiri dari dua lantai ini dibangun dengan sumbangan dari berbagai kelompok Buddhis. Meskipun sudah resmi dibuka untuk umum, namun proses pembangunan terus dilanjutkan untuk memperbaiki jalan yang menuju ke situs yang nantinya akan menjadi objek religi tersebut.[Sum][foto: sauchi88]

Kata kunci: ,
Penulis: