Belanda » Eropa

Buddhisme, Terbesar Ke-3 di Belanda

Sabtu, 30 Mei 2009

Buddhisme di EropaNisnews Bulletin,
Den Haag, Belanda – Buddhisme telah berkembang di Belanda menjadi agama terbesar ke-3 setelah Kristiani dan Islam. Dua peneliti MarcelPoorthuis dan Theo Salemink di suratkabar De Volkskrant berpendapat bahwa pertumbuhan Buddhisme sangat kuat seperti Islamisasi, dan adalah memungkinkan untuk berbicara mengenai Buddhanisasi di Belanda.

Belanda saat ini memiliki sekitar 250.000 Buddhis atau orang yang merasa sangat tertarik dengan agama ini, sebagian besar orang Belanda kulit putih. Pada tahun 1998, hanya terdapat 16.000 termasuk hanya 4.000 suku pribumi Belanda dan 12.000 Buddhis imigran dari Asia.

Buddhisme di Belanda dilihat sebagai sebuah keyakinan individualis yang berdiri pada tanpakekerasan dan agama perdamaian. Sementara Islamisasi sering dilihat sebagai sebuah ancaman bagi para politisi seperti Geert Wilders, dan diasosiasikan dengan kekerasan dan kolektivisme. Tetapi pemikiran ini diragukan, demikian De Volkskrant menyimpulkan.

Poorthuis, seorang penceramah di dialog antar agama, menganggap adalah hal yang “aneh” bahwa “tak seorang pun yang khawatir” mengenai pertumbuhan yang kuat dari Buddhisme. “Buddhisme ternyata memiliki citra yang lebih baik dari Islam.”

Poorthuis dan Salemink, dimana keduanya merupakan sarjana Universitas Tilburg, di dalam sebuah buku yang baru dipublikasikan, Lotus in the Low Countries, berpendapat bahwa Buddhisme juga memiliki sisi yang lain. “Sebagai contoh, para pilot Kamikaze di Perang Dunia Kedua memiliki para guru Buddhis. Dan Dalai Lama juga tidak bisa menghindari konflik terhadap kesulitan situasi politik Tibet, meskipun masyarakat Belanda berharap untuk menjadikan Beliau seseorang yang cinta damai yang mengatasi keduniawian,” kata Poorthuis.

Menurut Poorthuis, banyak masyarakat Belanda menyebut dirinya Buddhis tanpa mengetahui persis apa inti ajaran agama ini. Ajaran agama ini juga kadangkala disalahgunakan secara komersial, seperti dalam program manajemen. “Selain memunculkan pertanyaan apakah krisis kredit disebabkan oleh keserakahan, Buddhisme juga digunakan untuk meningkatkan proses produksi.”

Kata kunci: ,
Penulis: