Asia Oseania » Asia Tenggara » Indonesia

Artis Tewas, Seorang “Rinpoche” di Cari Polisi

Kamis, 21 Desember 2006

tanya kenapaBhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Sudah delapan hari lamanya sejak seorang artis sekaligus biduanita muda yang cukup terkenal tewas secara misterius setelah dilarikan ke rumah sakit dari sebuah hotel di Jakarta Timur (12/12). Hasil visum awal dari dokter Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) ditemukan sekitar 20-25 bekas luka tusukan jarum suntik pada kulit dan dalam tubuh korban yang bernama Alda Risma (24) tersebut terdapat kandungan zat Amphetamine sebuah zat yang biasa dikandung oleh obat-obatan jenis Psikotropika (seperti pil Ecstacy dan Shabu-shabu).

Ada tiga skenario mengenai kematian Alda. Pertama, diduga korban mengalami over dosis karena menggunakan obat-obatan jenis Psikotropika. Kedua, diduga korban mengalami over dosis ketika melakukan terapi pelangsingan badan. Ketiga, diduga korban dibunuh oleh sindikat bandar Narkoba. Tetapi sampai berita ini diturunkan, pihak polisi belum dapat mengungkapkan secara pasti motif dibalik meninggalnya korban.

Untuk mengungkap kematian yang penuh tanda tanya dari artis yang populer dengan lagu “Aku tak Biasa” ini, saat ini polisi sedang mencari beberapa teman pria korban yang salah satunya bernama Ferry Surya Prakasa yang diketahui berada bersamanya di hotel pada saat sebelum korban meninggal. Belakangan dari hasil penyelidikkan diketahui bahwa Ferry Surya Prakasa ternyata adalah seorang pemuka agama Buddha aliran Tantrayana dengan gelar Rinpoche dengan nama Serling Tulku Yongdzin Rinpoche. Halimah, ibu korban membenarkan bahwa Ferry yang dimaksud adalah Serling Tulku Yongdzin Rinpoche setelah melihat foto Rinpoche.

Bagaikan halilintar di siang hari bolong, berita ini serentak mengagetkan umat Buddha di seluruh Indonesia terutama dikalangan umat Buddha Tantrayana. Pasalnya, Serling Tulku Yongdzin Rinpoche dikalangan umatnya dikenal sebagai figur yang santun dan taat. Mereka tidak menyangka kematian Rinpoche yang mereka hormati ternyata ada hubungan dengan kematian penyanyi wanita tersebut. Apalagi penyelidikan polisi dan pemberitaan media massa yang telah terlalu dini telah mengaitkan Rinpoche tersebut memiliki hubungan dengan jaringan bandar Narkoba.

Dan untuk meluruskan pemberitaan yang tidak benar menyangkut gelar rinpoche yang disalahartikan oleh media massa sebagai identik dengan bhiksu, maka Sangha Agung Tantrayana Indonesia, Forum Solidaritas Buddhis, dan WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) ditempat terpisah menjelaskan bahwa gelar rinpoche yang berarti Yang Mulia, merupakan suatu gelar kehormatan kepada seseorang yang mahir dalam agama Buddha aliran Tantrayana. Salah satu penjelasannya yang disampaikan adalah bahwa seorang rinpoche tidak identik dengan seorang bhiksu. Seorang Rinpoche yang juga merupakan seorang bhiksu haruslah tidak menikah.

Ketua Sangha Tantrayana Agung Indonesia, Bhante Vajrasagara menjelaskan, untuk menjadi seorang bhiksu, seorang rinpoche harus berani tidak menikah dan harus melaksanakan 253 aturan/vinaya (bagi aliran Vajrayana/Tantrayana). Sementara umat awam cukup 5 sila/peraturan saja. Demikian disampaikan Bhante Vajrasagara dalam jumpa pers di Auditorium Departemen Agama, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Hari Rabu (20/12/2006).

Dari penjelasan di atas jelas bahwa Ferry alias Yongdzin Rinpoche bukanlah seorang bhiksu karena yang bersangkutan sudah dan masih menikah.

“Dan dari atributnya pun berbeda. Kalau seorang rinpoche mengenakan jubah dengan lengan panjang, sementara seorang biksu menggunakan jubah tak berlengan,” urai Bhante Vajrasagara.

Selain itu, untuk membedakan jubah antara rinpoche dengan bhiksu terletak pada warna selendang yang melilit pada pinggangnya. Selendang putih digunakan oleh rinpoche sedangkan untuk bhiksu berwarna polos merah bata atau kuning oranye.

Selain itu ketiga organisasi tersebut juga menghimbau agar Ferry alias Yongdzin Rinpoche untuk segera menampakkan dirinya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, karena pemberitaan ini telah mencoreng umat Buddha khususnya mencoreng pemuka agama Buddha.

Sampai saat ini keberadaan Ferry belum dapat diketahui oleh pihak polisi dan diduga yang bersangkutan melarikan diri ke Singapura.[Sum]

Kata kunci: , , ,
Penulis: