Asia Oseania » India » Seni dan Budaya

Patung Buddha Tertinggi Akan Dibangun di Sarnath

Jumat, 1 Desember 2006

Stupa SarnathANI
Sarnath, India – Beberapa pemahat di Sarnath di Uttara Pradesh sibuk memahat patung Sang Buddha setinggi delapan puluh kaki (-/+ 24 meter), yang akan menjadi patung Buddha tertinggi di dunia setelah patung di lembah Bamiyan di Afghanistan yang dihancurkan oleh rezim Taliban.

Patung Buddha tertinggi merupakan bagian dari proyek lama, yang dimulai sepuluh tahun yang lalu tetapi terhenti dalam pembangunannya karena masalah finansial. Pekerjaan dimulai kembali tiga tahun yang lalu dengan bantuan setelah pemerintah Thailand memperpanjang pantuannya untuk proyek tersebut. Akan membutuhkan tiga tahun lagi untuk menyelesaikan patung tersebut.

”Kami membuat patung Sang Buddha dengan bantuan dari pemerintah Thailand. Ia akan menjadi patung Buddha tertinggi dalam posisi berdiri dan menjadi tertinggi kedua setelah patung Buddha Bamiyan. Membutuhkan lebih dari 10 tahun sejak kami memulai pekerjaan, dan sekarang kami juga membentuk penyadaran akan konstruksinya,” kata Mohan Lal, desainer dari patung tersebut.

”Setidaknya 20-25 seniman mengerjakan patung ini selama lebih dari tiga tahun… akan membutuhkan lebih dari tiga sampai empat tahun untuk menyelesaikannya. Sekarang, kami mengerjakan bagian perut, kaki dan wajah. Dua atau tiga bulan akan dilakukan pekerjaan akhirnya,” kata Jyoti Singh Khushwaha, kontraktor yang menangani konstruksi patung itu.

Para pekerja pada situs tersebut mengatakan bahwa akan menggunakan lebih dari 635 blok batupasir dan akan dibuat dalam gaya Gandharva, yang sangat sesuai dengannya. Sang Buddha mencapai Pencerahan pada usia 35 tahun di Bodh Gaya di Bihar dan akhirnya mangkat pada usia 80 tahun di Kushinagar.

Terletak 10 kilometer dari Varanasi, Sarnath merupakan tempat dimana Sang Buddha dipercaya membabarkan ajaranNya untuk pertamakalinya pada tahun 500 S.M. Tempat itu memiliki banyak stupa (hemispherical domes) dan vihara. Pada masa-masa awal Buddhisme, stupa dibangun untuk menghormati peristiwa-peristiwa penting termasuk Pencerahan Sang Buddha.

Kata kunci: , ,
Penulis: