Asia Oseania » Asia Selatan » India » Tokoh

Dalai Lama Akan Lahir Lagi di Negara Bebas

Rabu, 21 Juli 2010

Yang Mulia Dalai Lama XIVBernama,
Dharamsala, India – Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama percaya bahwa kelahiran kembalinya di masa datang akan berada di sebuah “negara bebas” jika krisis Tibet berkepanjangan tanpa solusi yang baik.

“Jika saya meninggal sebagai pengungsi dan situasi Tibet tetap seperti ini, maka secara logika, kelahiran kembali saya akan muncul di sebuah negara bebas, karena tujuan utama kelahiran kembali adalah untuk melaksanakan pekerjaan yang dimulai dalam kehidupan saya sebelumnya.”

“Dan, ada beberapa sumbangsih, beberapa pencapaian pada pekerjaan yang telah dimulai di kehidupan sebelumnya. Itulah kelahiran kembali sesungguhnya,” kata beliau kepada Bernama dalam wawancara baru-baru ini di kediamannya di Dharamsala di utara India.Beliau mengatakan, jika rintangan terbentuk menentang pelaksanaan tugas-tugas kehidupan sebelumnya dari Dalam Lama, maka “sesungguhnya itu bukanlah kelahiran kembali”.

Bhiksu senior berusia 75 tahun ini bernama Tenzin Gyatso, sekarang adalah Dalai Lama ke-14, dikenali sebagai kelahiran kembali pemimpin spiritual Tibet ke-13, Thubten Gyatso.

Pemenang Nobel Perdamaian tersebut mengatakan, walaupun peselisihan tidak mampu diatasi, sebagian besar merupakan tekanan politik dari Pemerintah China terhadap kebebasan Tibet, beliau akan melanjutkan aksinya demi ribuan rakyat Tibet yang terusir dari tanah kelahiran mereka untuk hampir lima dekade.

“Doa harian saya adalah, selama angkasa raya tetap ada dan selama penderitaan semua makhluk ada di sana, Saya akan tetap ada untuk melayani, itulah inspirasi saya yang paling efektif,” kata beliau.

Ditanya apakah di masa depan seorang wanita memungkinkan memimpin hirarki Buddhis Tibet yang didominasi oleh pria, beliau mengatakan bahwa wanita selalu dijunjung tinggi dalam Buddhisme, tanpa prasangka.

“Dalai Lama wanita (adalah) memungkinkan karena dalam tradisi Tibet, di antara para wanita mulia, kelahiran kembali ada di sana, saya pikir ada lembaga Dorjee Phagmo yang berusia 700-800 tahun yang diperuntukkan kelahiran kembali wanita…jadi, tidak ada konotasi keagamaan bahwa pemimpin keagamaan harus seorang pria.

“Jika keadaan sedemikian rupa bahwa kelahiran kembali wanita lebih efektif bagi orang-orang, maka secara logika, akan lahir sebagai wanita,” kata beliau.

Ditanya apakah beliau suatu hari nanti mengambil wujud kelahiran kembali sebagai wanita, beliau menjawab: “Secara pribadi saya tidak tahu.”

Gerakan Tibet di pengasingan sungguh-sungguh meminta otonomi dari Beijing, bersama Dalai Lama mendorong “pendekatan jalan tengah”, sebuah agenda moderat untuk hidup berdampingan dengan China – sehingga, bahasa, kebudayaan kuno Tibet dan Buddhisme tetap dalam keadaan baik. [Oleh: P. Vijian]

Kata kunci: , , , ,