Dalai Lama Desak Perdamaian di Timur Tengah dan Ukraina
Bhagavant.com,
Dharamsala, India – Y.M. Dalai Lama Ke-14 mengeluarkan pernyataan publik terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah dan Ukraina.

Dalam pernyataan publiknya, Y.M. Dalai Lama menggarisbawahi perlunya dialog, diplomasi, dan saling menghormati sebagai satu-satunya jalan berkelanjutan menuju penyelesaian konflik, menekankan bahwa “kekerasan hanya akan melahirkan lebih banyak kekerasan.”
Mengawali dukungannya terhadap pesan Paus Leo Ke-14, Y.M. Dalai Lama mengakui bahwa pandangan Paus mengenai perdamaian tersebut sangat dekat dengan hatinya sendiri dan bahwa hal itu mencerminkan esensi ajaran semua agama besar.
“Benar, baik kita melihat pada agama Kristen, Buddha, Islam, Hindu, Yahudi, atau tradisi spiritual besar dunia lainnya, pada dasarnya pesannya sama: cinta, kasih sayang, toleransi, dan disiplin diri,” ujar Y.M. Dalai Lama dalam pesannya pada Selasa (31/3/2026) seperti yang dilansor situs resmi Dalai Lama.
“Kekerasan tidak menemukan tempat yang tepat dalam ajaran-ajaran ini. Sejarah telah berulang kali menunjukkan kepada kita bahwa kekerasan hanya akan melahirkan lebih banyak kekerasan dan tidak pernah menjadi landasan perdamaian yang langgeng.”
“Penyelesaian konflik yang langgeng, termasuk konflik yang kita lihat di Timur Tengah atau antara Rusia dan Ukraina, harus berakar pada dialog, diplomasi, dan saling menghormati — didekati dengan pemahaman bahwa, pada tingkat terdalam, kita semua adalah saudara dan saudari.”
Y.M. Dalai Lama juga mendesak dan berharap agar kekerasan dan konflik segera berakhir.
Konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat – Israel dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026, tidak hanya memperlihatkan bagaimana konflik bisa menghancurkan mereka yang terlibat, tapi juga memperlihatkan kecurigaan yang bersekutu dengan kebencian, keserakahan dan kebodohan batin, akan menghancurkan diri mereka sendiri dan orang lain.[Bhagavant, 4/4/26, Sum]
