AmerikaAmerika Serikat

2 Bhikkhu Texas Alami Kecelakaan Saat Yatra Jalan Kaki untuk Perdamaian

Bhagavant.com,
Texas, Amerika Serikat – Dua orang bhikkhu asal Texas yang sedang melakukan perjalanan spiritual (yatra) mengalami kecelakaan.

Para bhikkhu dari Huong Dao Vipassana Bhavana Center di Fort Worth memulai inisiatif Yatra untuk Perdamaian pada 26 Oktober 2025. (Foto: Marissa Greene | Fort Worth Report)

Dua bhikkhu mengalami kecelakaan setelah tertabrak truk saat berjalan kaki di sepanjang Highway 90, Liberty County, Texas. Keduanya merupakan bagian dari aksi Walk for Peace, sebuah perjalanan kaki sejauh sekitar 2.300 mil dari Fort Worth, Texas, menuju Washington, D.C. yang direncanakan berlangsung selama 120 hari.

Salah satu korban, Y.M. Dam Phommasan, mengalami luka berat hingga harus menjalani amputasi kaki. Bhante Dam yang berusia 58 tahun diketahui menjabat sebagai kepala Vihara Khanti (Wat Buddha Khanti) di Atlanta, Georgia.

Penyelenggara Walk for Peace menyatakan bahwa operasi amputasi Bhante Dam telah berhasil dilakukan. “Kami bersyukur operasi pengangkatan kaki Bhante Dam Phommasan berjalan dengan lancar pagi ini,” demikian pernyataan panitia (Houston Public Media).

Kecelakaan terjadi di wilayah Dayton, Texas, ketika kendaraan pengawal rombongan pejalan kaki ditabrak truk dan kemudian melindas Bhante Dam serta satu bhikkhu lainnya. Salah satu korban dievakuasi ke rumah sakit di kawasan Houston menggunakan helikopter, sementara korban lainnya dibawa dengan ambulans.

Pihak rumah sakit menyebut Bhante Dam sempat dihadapkan pada pilihan antara menjalani serangkaian operasi rekonstruksi atau amputasi. Ia akhirnya memilih amputasi. “Ini adalah keputusan saya. Saya menerima apa pun yang terjadi,” ujarnya seperti yang dilansir Georgia Asian Times, Kamis (4/12/2025).

Dukungan dari masyarakat mengalir luas. Panitia kemudian menyampaikan apresiasi atas harapan dan bantuan yang diberikan. “Atas nama komunitas Walk for Peace, kami mengucapkan terima kasih atas harapan, kepedulian, dan dukungan Anda,” kata penyelenggara.

Sebanyak 13 bhikkhu mengikuti perjalanan ini. Salah satu dari mereka menegaskan tujuan ziarah tersebut. “Kami mengajak pada perdamaian, persatuan, dan welas asih,” ujarnya saat singgah di Houston.

Meski Bhante Dam tidak dapat melanjutkan perjalanan, panitia memastikan aksi jalan kaki perdamaian tetap berlanjut. “Mohon terus memberi harapan kepada Bhante Dam selama masa pemulihannya,” ujar panitia.

Para bhikkhu menekankan bahwa fokus utama mereka bukan pada bahaya perjalanan, melainkan pada pesan yang dibawa. “Perdamaian bukan hanya tujuan, tetapi jalan yang kita tempuh bersama,” ujar salah satu bhikkhu.

Rombongan dipimpin oleh Y.M. Bhikkhu Tykheo Tue Nhan dan turut ditemani seekor anjing bernama Aloka. Hingga kini, perjalanan terus berlanjut dan rombongan telah memasuki negara bagian ketiga, Mississippi, pada 5 Desember.[Bhagavant, 14/12/25, Sum]

Rekomendasikan: