Tegas! Kamboja Larang Pengumpulan Dana di Jajan-jalan demi Rayakan Kathina
Bhagavant.com,
Phnom Penh, Kamboja – Umat Buddha di seluruh Kamboja, menyambut dan merayakan Masa Kathina 2569 EB / 2025 yang di mulai pada 8 Oktober hingga 5 November 2025.

Salah satu perayaan paling penting di Kamboja, perayaan Kathina yang secara tradisional diadakan di akhir masa vassa kebhikkhuan, merupakan ajang bagi umat Buddha untuk mendapatkan kamma baik melalui tindakan kedermawanan seperti mempersembahkan dana.
Namun, dewasa ini perayaan Kathina di Kamboja dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengumpulkan dana di jalan-jalan ataupun di ruang publik dengan alasan digunakan untuk perayaan tersebut, tetapi sebenarnya tidak dipergunakan untuk itu.
Akhirnya, Kementerian Agama dan Kepercayaan Kamboja telah melarang kegiatan penggalangan dana di jalan umum, pasar, dan kota-kota selama Perayaan Persembahan Jubah Kathina.
Sebuah surat edaran kementerian yang dikeluarkan pada hari Senin akhir bulan lalu menyebutkan alasan ketertiban umum, kerukunan sosial, dan martabat Agama Buddha sebagai alasan larangan tersebut selama perayaan yang akan dirayakan di seluruh negeri dari 8 Oktober hingga 5 November.
Sesuai dengan instruksi dari Komite Nasional Penyelenggara Festival Nasional dan Internasional yang dikeluarkan pada akhir Juli, kementerian menekankan perlunya perayaan Kathina tersebut dilaksanakan sesuai dengan tradisi Buddhis dan dengan tertib. Dinas Agama dan Kepercayaan provinsi dan kota telah diminta untuk mematuhi pedoman baru ini secara ketat.
Instruksi kementerian tersebut menegaskan kembali bahwa pengumpulan dana dan penggalangan dana di tempat umum dilarang karena kegiatan tersebut dalam beberapa tahun terakhir telah mengganggu ketertiban umum dan tidak menghormati nilai-nilai Buddhis.
Kementerian menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kelompok-kelompok pemuda yang berpartisipasi dalam proses Kathina, dengan mencatat bahwa beberapa di antaranya telah terlibat dalam perilaku yang tidak pantas, yang menyebabkan konflik yang merusak semangat perayaan.
Kementerian mengatakan bahwa vihara yang menerima persembahan berlebih, terutama makanan, harus mendistribusikannya kembali kepada kelompok-kelompok rentan—termasuk lansia, yatim piatu, penyandang disabilitas, dan lain-lain.
Menteri Agama dan Kepercayaan, Chay Borin mengatakan bahwa selama perayaan, masyarakat dapat memberikan sumbangan dan benda-benda suci kepada para bhikkhu.
Selain persembahan jubah, vihara juga diizinkan untuk menerima materi dan sumbangan keuangan untuk pembangunan vihara, tempat suci, sekolah, inisiatif pendidikan Buddhis, dan proyek pembangunan sosial lainnya.
Yang Mulia Yon Seng Yeath, seorang bhikkhu senior dari tradisi Mahanikaya dan bhikkhu kepala dari Vihara Unnalom, mengatakan bahwa upacara Kathina melibatkan persembahan jubah kepada para bhikkhu yang telah menyelesaikan retret vassa tiga bulan di sebuah vihara.
“Setelah retret, umat Buddha berkumpul untuk mempersembahkan jubah kepada para bhikkhu yang membutuhkan,” ujarnya seperti yang dilansir Khmer Times, Kamis (2/10/2025)
Ia juga mendukung arahan kementerian baru-baru ini, dengan menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, beberapa orang telah menyalahgunakan kesempatan tersebut, menggunakan pengeras suara dan ruang publik untuk mengumpulkan dana dengan dalih perayaan. Yang lainnya telah melakukan penggalangan dana tanpa izin di rumah-rumah penduduk desa.
“Mengenai keterlibatan pemuda, meskipun banyak yang berpartisipasi dengan tulus dalam prosesnya, beberapa telah berperilaku tidak pantas, menggunakan bahasa yang menyinggung atau terlibat dalam perilaku yang tidak tertib selama upacara sedekah,” ujarnya. “Perilaku seperti itu tidak sesuai dengan semangat etika dan rasa hormat perayaan.”[Bhagavant, 11/10/25, Sum]
