Ribuan Umat Buddha Hadiri Indonesia Tipitaka Chanting 2026 Digelar Di Borobudur
Bhagavant.com,
Jawa Tengah, Indonesia – Ribuan umat Buddha menghadiri kegiatan Tipitaka Chanting (ITC) 2026 di Candi Borobudur dalam rangka menyambut Hari Raya Asalha Maha Puja 2570 Era Buddhis (BE).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sangha Theravada Indonesia (STI) bekerja sama dengan Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI). Penyelenggaraan tahun 2026 memiliki arti historis yang istimewa karena menjadi penanda 50 Tahun Sangha Theravada Indonesia (Jubileum Emas).
Rangkaian acara diawali pada Kamis (23/7) melalui pelepasan empat kereta kencana dari Vihara Mendut. Kereta-kereta tersebut diarak sejauh kurang lebih 4 kilometer menuju pelataran Candi Borobudur dengan mengusung simbol-simbol utama ajaran Buddha:
- Kereta Maha Dhatu: Membawa relik Sang Buddha.
- Kereta Tipitaka: Membawa kitab suci agama Buddha.
- Kereta Dhammacakka: Simbol pemutaran roda Dhamma.
- Kereta Stambha Vijaya: Lambang kemenangan ajaran kebenaran.
Pembukaan resmi acara berlangsung pada Jumat (24/7) di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriadi. Kehadiran perwakilan pemerintah menegaskan komitmen negara dalam mengayomi keberagaman serta kebebasan beribadah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Supriadi mengapresiasi kedisiplinan para peserta yang sejak pagi hari telah mengambil Atthasila (delapan sila) sebagai landasan awal latihan spiritual. Pengambilan sila ini menjadi pondasi penting untuk menjaga kesucian pikiran dan perilaku selama kegiatan berlangsung.
Selama tiga hari pelaksanaan (24–26 Juli 2026), sebanyak 2.045 peserta terdaftar melantunkan teks-teks suci Tipitaka secara intensif. Fokus pembacaan difokuskan pada Sutta Pitaka: Majjhima Nikaya (Majjhima Pannasa, Bhikkhu Vagga). Selain dilantunkan, kitab suci tersebut dibedah dan diterangkan makna ajarannya melalui Dhamma Desana oleh para bhikkhu.
Para umat juga diajak menerapkan praktik kedisiplinan dan menjaga kedamaian, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak merokok, serta merenungkan keutamaan luhur Guru Agung Buddha (Buddhānussati).
Puncak gelaran akan diakhiri pada Minggu (26/7) melalui prosesi sakral Pujayatra. Peserta akan melakukan jalan kaki bersama menempuh rute bersejarah dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Ritual ini melambangkan napak tilas jalan spiritual dalam mengamalkan kebajikan.
Mengingat tingginya antusiasme masyarakat dan terbatasnya kuota peserta luring, panitia juga menyediakan siaran daring di kanal YouTube di kanal @medkomstiagar umat Buddhis di mana pun berada dapat mengikuti kekhusyukan acara ini.[Bhagavantm, 25/7/26, Sum]
